<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>SAKAPARI 2022 #SERIES 9</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/42889" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/42889</id>
<updated>2026-04-21T19:27:33Z</updated>
<dc:date>2026-04-21T19:27:33Z</dc:date>
<entry>
<title>POTENSI ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN UNTUK FASILITAS PUBLIK LAPANGAN MAKKATANG DAENG SIBALI</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43622" rel="alternate"/>
<author>
<name>Waris Basolle, Azrul</name>
</author>
<author>
<name>Zakiah, Aisyah</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43622</id>
<updated>2023-04-26T06:00:49Z</updated>
<published>2022-03-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">POTENSI ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN UNTUK FASILITAS PUBLIK LAPANGAN MAKKATANG DAENG SIBALI
Waris Basolle, Azrul; Zakiah, Aisyah
Pengembangan kawasan perkotaan memberikan dampak pada peningkatan&#13;
konsumsi energi. Sayangnya Saat ini sumber energi listrik Indonesia sebagian besar&#13;
berasal dari bahan bakar fosil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)&#13;
sudah mencanangkan peningkatan EBT menjadi 23% pada tahun 2025. Namun, saat ini&#13;
pemanenan energi matahari di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 3%&#13;
walaupun potensinya masih cukup besar. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan&#13;
upaya pemanenan energi matahari baik yang terintegrasi pada bangunan maupun ruang&#13;
kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penggunaan energi&#13;
matahari pada fasilitas publik dengan studi kasus Lapangan Makkatang Dg. Sibali,&#13;
Sulawesi Selatan. Penelitian dimulai  dengan melakukan perhitungan kebutuhan energi&#13;
listrik area lapangan Makkatang Dg. Sibali. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan&#13;
luasan panel surya yang dibutuhkan dan penentuan lokasi pemasangan panel surya. Hasil&#13;
dari penelitian ini menunjukkan bahwa fasilitas publik lapangan Makkatang Dg. Sibali&#13;
memiliki potensi untuk mendapatkan supply penuh energi listrik dari panel surya. Jumlah&#13;
panel surya yang dibutuhkan yaitu 332 panel dengan sudut tilt 10 derajat dan&#13;
rekomendasi pemasangan panel berada di atas tribun sepak bola
</summary>
<dc:date>2022-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>GREEN PLACEMAKING SEBAGAI PARAMETER TERHADAP PREFERENSI PENGGUNA RUANG TERBUKA HIJAU PUTRI KACA MAYANG PEKANBARU</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43621" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nurul Hasanah, Mutia</name>
</author>
<author>
<name>Prasasti Anggraini, Stefy</name>
</author>
<author>
<name>Ayu Lestari, Tidi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43621</id>
<updated>2023-04-26T05:58:08Z</updated>
<published>2022-03-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">GREEN PLACEMAKING SEBAGAI PARAMETER TERHADAP PREFERENSI PENGGUNA RUANG TERBUKA HIJAU PUTRI KACA MAYANG PEKANBARU
Nurul Hasanah, Mutia; Prasasti Anggraini, Stefy; Ayu Lestari, Tidi
Perkembangan kota yang semakin pesat terlihat dari banyaknya&#13;
pembangunan gedung-gedung tinggi dan kepadatan lalu lintas. Kurangnya penghijauan&#13;
mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan lingkungan untuk manusia. Sehingga&#13;
pemerintah berusaha mengoptimalkan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. Ruang&#13;
Terbuka Hijau memegang peranan penting dalam sebuah kota, ruang ini digunakan&#13;
untuk berekreasi, bermain dan tempat interaksi sosial. Salah satu ruang terbuka hijau&#13;
yang ramai digunakan masyarakat adalah Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang di&#13;
Pekanbaru. Berbagai aktivitas dan interaksi sosial terjadi di Ruang Terbuka Hijau Putri&#13;
Kaca Mayang. Aktivitas dan interaksi sosial terjadi di beberapa segmen Ruang Terbuka&#13;
Hijau yang memiliki karakteristik yang berbeda. Ragam aktivitas ini menunjukkan&#13;
preferensi pengunjung yang berbeda saat ber aktivitas di Ruang Terbuka Hijau ini. Untuk&#13;
mengetahui preferensi pengunjung yang datang ke Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca&#13;
Mayang, digunakan Green Placemaking sebagai parameter penelitian. Gree Place Making&#13;
merupakan pendekatan yang memperkenalkan adanya penghijauan, rute pejalan kaki&#13;
yang asri dan taman hijau. Pendekatan ini dirasa sesuai dengan karakteristik RTH Putri&#13;
Kaca Mayang saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode&#13;
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan kuisioner. Dengan&#13;
kondisi eksisting saat ini, rata-rata pengunjung yang datang ke RTH Putri Kaca Mayang&#13;
sudah lebih dari lima kali, menunjukkan bahwa RTH ini berhasil menarik pengunjung&#13;
untuk datang
</summary>
<dc:date>2022-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PREFERENSI PEDAGANG TERHADAP KONDISI EKSISTING KIOS DI PASAR GAYAM KALIMANTAN TIMUR</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43620" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dyah Puspitasari, Pratiwi</name>
</author>
<author>
<name>Prasasti Anggraini, Stefy</name>
</author>
<author>
<name>Ayu Lestari, Tidi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43620</id>
<updated>2023-04-26T05:54:48Z</updated>
<published>2022-03-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PREFERENSI PEDAGANG TERHADAP KONDISI EKSISTING KIOS DI PASAR GAYAM KALIMANTAN TIMUR
Dyah Puspitasari, Pratiwi; Prasasti Anggraini, Stefy; Ayu Lestari, Tidi
Pasar Gayam merupakan pasar tradisional dengan konsep street market yang&#13;
yang berlokasi di area pemukiman kumuh yang merupakan tingkat hunian rendah yang&#13;
terletak di bantaran sungai Kelay di Kelurahan Bugis. Permukiman kumuh ini dapat&#13;
dilihat dari kepadatan bangunan, jarak antar bangunan, dan kualitas bangunan.&#13;
Sehingga pasar tradisional ini hadir karena masyarakatnya memiliki inisiatif tinggi&#13;
dalam menunjang perekonomian mereka dengan mendirikan kios-kios jualan. Pasar&#13;
Gayam dengan konsep street market membuat para pengguna bangunan memiliki&#13;
perilaku yang berbeda dengan pasar dalam satu bangunan, mulai dari aksesibilitas,&#13;
karakter penjualan, penataan komoditi barang jualan dan ruang berjualan. Batasan&#13;
penelitian ini hanya pada pasar tradisional Gayam dan lingkungannya dengan tujuan&#13;
menjelaskan mengenai perilaku pengguna ruang pada pasar Gayam, mulai dari&#13;
aksesibilitas, karakter penjualan, penataan komoditi barang jualan dan ruang berjualan.&#13;
Metode penelitian ini menggunakan tiga metode utama diantaranya observasi,&#13;
wawancara, dan studi literatur. Jenis penelitian ini kualitatif didukung dengan&#13;
pendekatan deskriptif dalam pengumpulan data dilapangan. Hasil penelitian&#13;
memperoleh informasi mengenai sejarah pasar Gayam, aksesibilitas pengguna, dan pola&#13;
perilaku penjual. Kesimpulan penelitian  yaitu aksesibilitas yang paling sering digunakan&#13;
ke pasar Gayam, jenis kios jualan yang paling banyak digunakan yaitu kios yang&#13;
belakangnya rumah warga, dimana mereka menyewa halaman rumah warga sekitar&#13;
pasar untuk dijadikan sebuah pasar
</summary>
<dc:date>2022-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>AKTIVITAS PENGUNJUNG SEBELUM DAN SESUDAH RENOVASI ALUN-ALUN KOTA REMBANG</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/43619" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nurhanifah Putri, Nafa</name>
</author>
<author>
<name>Prasasti Anggraini, Stefy</name>
</author>
<author>
<name>Ayu Lestari, Tidi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/43619</id>
<updated>2023-04-26T05:52:01Z</updated>
<published>2022-03-05T00:00:00Z</published>
<summary type="text">AKTIVITAS PENGUNJUNG SEBELUM DAN SESUDAH RENOVASI ALUN-ALUN KOTA REMBANG
Nurhanifah Putri, Nafa; Prasasti Anggraini, Stefy; Ayu Lestari, Tidi
Alun-alun Kota Rembang merupakan sebuah ruang terbuka publik&#13;
yang berada di pusat Kota Rembang. Pada tahun 2014 alun-alun ini pernah&#13;
direnovasi dengan adanya beberapa perubahan elemen ruang di dalamnya.&#13;
Renovasi tersebut mengubah tata lansekap dan perubahan ini berpengaruh&#13;
kepada aktivitas pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja&#13;
perbedaan tata lansekap alun- alun sebelum maupun sesudah direnovasi dan untuk&#13;
mengetahui perubahan aktivitas pengunjung alun-alun. Metode penelitian yang&#13;
digunakan yaitu metode pengumpulan data yang bersifat deskriptif dengan studi&#13;
lapangan, studi pustaka, dan kuesioner. Sedangkan untuk metode analisis data&#13;
menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan&#13;
adanya perubahan pola prilaku dan sebaran pengunjung setelah renovasi&#13;
dilakukan. Pengunjung melakukan lebih banyak aktivitas dan sebaran nya lebih&#13;
merata di setiap area alun-alun. Hasil penelitian juga menyatakan kecendrungan&#13;
pengunjung yang lebih menyukai alun-alun setelah direnovasi
</summary>
<dc:date>2022-03-05T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
