<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Informatics</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/41" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/41</id>
<updated>2026-06-03T03:12:41Z</updated>
<dc:date>2026-06-03T03:12:41Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Forensik Ransomware Pada Sistem Berbasis Linux</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62820" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dirgantoro, Revandho Vianuara</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62820</id>
<updated>2026-05-22T06:57:09Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Forensik Ransomware Pada Sistem Berbasis Linux
Dirgantoro, Revandho Vianuara
Dalam era digital yang semakin kompleks, ransomware telah berevolusi menjadi ancaman&#13;
serius, termasuk terhadap sistem operasi Linux yang kini menjadi tulang punggung&#13;
infrastruktur TI global. Penelitian ini berfokus pada analisis forensik Monti Ransomware,&#13;
varian yang menargetkan Linux dengan teknik enkripsi dan memory injection yang canggih.&#13;
Metodologi yang digunakan adalah pendekatan komparatif berbasis artefak digital, dengan&#13;
membandingkan sistem bersih dan sistem terinfeksi melalui disk imaging dan memory&#13;
dump.Pengujian dilakukan dalam laboratorium terkontrol menggunakan perangkat keras&#13;
nyata tanpa virtualisasi, dengan akuisisi data menggunakan dc3dd dan LiME, serta analisis&#13;
menggunakan Sleuthkit dan Volatility 3. Hasil analisis menunjukkan adanya artefak khas&#13;
ransomware seperti file terenkripsi, ransom note, binary eksekusi, serta injeksi memori aktif&#13;
pada proses GUI sah. Teknik evasive yang digunakan oleh Monti Ransomware berhasil&#13;
diidentifikasi melalui analisa segmen RWX dan struktur ELF dalam memori.Penelitian ini&#13;
membuktikan bahwa pendekatan forensik komparatif efektif dalam mengungkap jejak&#13;
digital ransomware secara aman dan mendalam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi&#13;
referensi teknis bagi praktisi keamanan siber dan peneliti forensik digital dalam menghadapi&#13;
ancaman malware yang semakin kompleks di ekosistem Linux.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>OPAC Bagi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Menggunakan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62724" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ardiani, Farida</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62724</id>
<updated>2026-05-19T07:10:06Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">OPAC Bagi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Niat Menggunakan
Ardiani, Farida
Perkembangan teknologi informasi saat ini semakin pesat. Banyak penelitian dilakukan untuk mempelajari reaksi individu terhadap pengguna teknologi terkait niat menggunakannya. Online Public Access Catalogue (OPAC) merupakan salah satu teknologi informasi yang diterapkan dalam perpustakaan. OPAC adalah sistem pencarian informasi di perpustakaan yang dapat diakses secara online. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah menggunakan OPAC sejak tahun 2012. Jumlah pengguna OPAC di UIN Sunan Kalijaga selalu meningkat dari tahun ke tahun, hingga tahun 2014 ini. Peningkatan pengguna OPAC dari tahun ke tahun, menyebabkan keingintahuan akan faktor-faktor yang mendasari pengguna terkait niatnya mengunakan OPAC. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengguna dalam menggunakan OPAC. Menurut teori Technology Acceptance Model (TAM), niat menggunakan (behavioral intention to use) dipengaruhi oleh manfaat persepsian (perceived usefulness), dan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use). Penelitian ini memodifikasi TAM dengan menambahkan empat variabel eksogen, yaitu kualitas informasi (information quality), relevansi pekerjaan (job relevance), kesenangan persepsian (perceived enjoyment), dan kualitas antarmuka pengguna (user interface). Pengolahan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Structural Equation Modelling (SEM) untuk menguji hubungan-hubungan antar variabel yang ada pada sebuah model. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, information quality, perceived enjoyment, dan user interface merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi niat menggunakan OPAC. Job relevance merupakan variabel yang tidak dapat diproses lebih lanjut saat pengolahan data karena data tidak valid. Sehingga tidak dapat dibuktikan bahwa job relevance mempengaruhi atau tidak mempengaruhi niat menggunakan OPAC.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Intensi Pegawai Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk Menggunakan Sistem Presensi Sidik Jari</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62721" rel="alternate"/>
<author>
<name>Arifany, Feny Nurvita</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62721</id>
<updated>2026-05-19T06:42:27Z</updated>
<published>2014-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Intensi Pegawai Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk Menggunakan Sistem Presensi Sidik Jari
Arifany, Feny Nurvita
Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai sesuatu tujuan selain ditentukan oleh mutu profesionalitas juga ditentukan oleh disiplin para anggotanya. Salah satu kewajiban pegawai menurut pasal 3 ayat 11 UU No 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja. Indonesia sebelum adanya mesin presensi berbasis sidik jari dikenal dengan pegawai yang suka memakai jam karet (tidak tepat waktu) dan sering melakukan kecurangan untuk tidak hadir kerja dengan mengandalkan titip absen yang telah dijadikan budaya oleh sebagian besar pegawai yang malas. Penerapan sistem presensi sidik jari di pemerintah Kabupaten Pemalang, meskipun sudah diwajibkan untuk presensi menggunakan sistem presensi sidik jari, namun masih ada sebagian oknum PNS yang masih mencoba untuk berbuat curang. Selain itu, ada PNS di salah satu instansi pemerintah Kabupaten Pemalang yang mengeluhkan sistem presensi sidik jari bagi pegawai lapangan yang tidak bisa melakukan presensi sesuai ketentuan jam, sehingga tetap dicatat tidak melakukan presensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pegawai memiliki niat untuk menggunakan presensi sidik jari dan apa saja yang menjadi motivasi pegawai untuk menggunakan presensi sidik jari. Menurut theory of planned behavior, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi intensi/niat, yaitu attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control. Penelitian ini memodifikasi dari theory of planned behavior dengan menambahkan perceived usefulness, perceived ease of use, dan compatibility sebagai faktor yang mempengaruhi attitude; peer influence dan superior's influence sebagai faktor yang mempengaruhi subjective norm; serta self efficacy dan technology facilitating conditions sebagai faktor yang mempengaruhi perceived behavioral control. Analisis regresi berganda dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel-variabel yang ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa perceived usefulness, perceived ease of use, dan compatibility terbukti berpengaruh positif terhadap attitude; peer influence dan superior's influence berpengaruh positif terhadap subjective norm; self efficacy dan technology facilitating conditions berpengaruh positif terhadap perceived behavioral control; serta attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control juga terbukti berpengaruh positif terhadap intention, dengan nilai confidence 95% dan margin of errors sebesar 5%.
</summary>
<dc:date>2014-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Investigasi dan Perancangan Kerangka Kerja Forensika Digital Pada Mesin Fotokopi Multi Function Peripheral (MFP)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62712" rel="alternate"/>
<author>
<name>Unik, Mitra</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62712</id>
<updated>2026-05-19T04:19:00Z</updated>
<published>2015-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Investigasi dan Perancangan Kerangka Kerja Forensika Digital Pada Mesin Fotokopi Multi Function Peripheral (MFP)
Unik, Mitra
Kolaborasi teknologi komputer pada perangkat mesin fotokopi Multi-Function Peripheral (MFP) memicu meningkatnya produktivitas dan efisiensi terhadap entitas tersebut. Namun kolaborasi ini, juga melahirkan serangkaian praktek pelanggaran hukum. Belum adanya tool forensic analysis yang mampu melakukan investigasi secara static acquisition, memaksa seorang penyidik forensika digital harus mampu melakukan live acquisition di TKP pada barang bukti elektronik yang ditemukan. Padahal diketahui penanganan secara live acquisition merupakan penaganan yang mengandung risiko kehilangan barang bukti jika tidak dilakukan dengan prosedur dan regulasi yang jelas. Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan khusus serta kerangka kerja khusus guna melakukan investigasi serta penggunaan teknik analisis yang sistematis sehingga mendapatkan artifak serta informasi mengenai kasus yang ditangani.
</summary>
<dc:date>2015-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
