<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Informatics</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/41" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/41</id>
<updated>2026-09-28T20:12:59Z</updated>
<dc:date>2026-09-28T20:12:59Z</dc:date>
<entry>
<title>Perancangan UI/UX Sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi bagi Pengguna dengan Literasi Digital yang Rendah</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66949" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nanindah, Pratiwi Bagus</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66949</id>
<updated>2026-09-09T08:49:19Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perancangan UI/UX Sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi bagi Pengguna dengan Literasi Digital yang Rendah
Nanindah, Pratiwi Bagus
Sistem Informasi Akademik (SIA) memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas&#13;
akademik di perguruan tinggi. Namun, di STIE Indonesia Pontianak, pengelolaan dan&#13;
penyampaian informasi akademik masih sebagian dilakukan secara manual, sehingga&#13;
informasi tersebar dan sulit diakses. Selain itu, hasil survei awal menunjukkan adanya variasi&#13;
tingkat literasi digital mahasiswa, khususnya mahasiswa semester awal yang memiliki&#13;
tingkat literasi digital lebih rendah dibandingkan mahasiswa semester yang lebih tinggi.&#13;
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya rancangan antarmuka SIA yang sederhana, mudah&#13;
dipahami, dan sesuai dengan karakteristik pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
merancang prototipe antarmuka SIA yang menekankan kemudahan penggunaan bagi&#13;
mahasiswa dengan literasi digital rendah tanpa mengurangi kenyamanan bagi mahasiswa&#13;
dengan literasi digital tinggi. Penelitian ini menggunakan Design Science Research&#13;
Methodology (DSRM) yang terdiri dari tahapan Problem Identification and Motivation,&#13;
define objectives of a solution, Design and Development, Demonstration, Evaluation, dan&#13;
Communication. Pada tahap Design and Development serta Evaluation, diterapkan&#13;
pendekatan User-Centered Design (UCD) yang meliputi Specify the Context of Use, specify&#13;
user requirements, produce design solutions, dan Evaluate Design Against User&#13;
Requirements. Penerapan UCD dilakukan melalui observasi aplikasi serupa, wawancara,&#13;
identifikasi kebutuhan pengguna, pengembangan prototipe, dan evaluasi usability. Evaluasi&#13;
dilakukan menggunakan pengujian usability berbasis tugas untuk mengukur aspek&#13;
efektivitas serta instrumen System Usability Scale (SUS) untuk mengukur kepuasan&#13;
pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai success rate pada kelompok&#13;
mahasiswa dengan literasi digital rendah sebesar 99%, sedangkan pada kelompok&#13;
mahasiswa dengan literasi digital tinggi sebesar 100%. Sementara itu, nilai rata-rata SUS&#13;
pada kelompok literasi digital rendah sebesar 71,5 dan pada kelompok literasi digital tinggi&#13;
sebesar 78,5. Kedua nilai tersebut termasuk dalam kategori acceptable. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa prototipe yang dikembangkan memiliki tingkat usability yang baik dan&#13;
dapat diterima oleh mahasiswa dengan tingkat literasi digital yang berbeda. Meskipun&#13;
demikian, nilai SUS pada kelompok literasi digital rendah masih lebih rendah dibandingkan kelompok literasi digital tinggi, sehingga diperlukan penyempurnaan pada aspek kejelasan&#13;
istilah, visibilitas fitur, dan konsistensi bahasa. Integrasi UCD dalam kerangka DSRM&#13;
terbukti dapat menghasilkan rancangan antarmuka SIA yang sederhana, mudah dipahami,&#13;
dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Prototipe yang dihasilkan dapat menjadi acuan&#13;
dalam pengembangan Sistem Informasi Akademik yang berorientasi pada pengguna di&#13;
perguruan tinggi.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Challenges Faced by Freelancers in Pakistan and Indonesia: Infrastructure, Payments, and Policy Gaps</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66943" rel="alternate"/>
<author>
<name>Khan, Usama Ahmad</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66943</id>
<updated>2026-09-09T07:57:38Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Challenges Faced by Freelancers in Pakistan and Indonesia: Infrastructure, Payments, and Policy Gaps
Khan, Usama Ahmad
This study investigates the challenges faced by freelancers in Pakistan and&#13;
Indonesia within the context of the global gig economy. Despite the increasing&#13;
participation in online freelancing platforms, freelancers in these countries&#13;
encounter significant obstacles related to infrastructure, payment systems, and&#13;
policy gaps that hinder their income stability and long-term engagement in the&#13;
digital economy. Utilizing a quantitative approach, the research employs structured&#13;
surveys to collect data from freelancers in both nations, with a focus on the roles&#13;
defined by the International Standard Classification of Occupations (ISCO-08) to&#13;
categorize the freelance workforce. The study is grounded in the Unified Theory of&#13;
Acceptance and Use of Technology (UTAUT), extended to include constructs such&#13;
as payment security, policy support, and communication skills, in order to analyse&#13;
the behavioural intentions of freelancers in using global freelancing platforms. This&#13;
paper introduces the Freelancer Resilience and Integration Model (FRIM), which&#13;
explores how challenges such as unreliable internet access, payment delays, high&#13;
transaction costs, and lack of legal protections influence freelancers' strategies and&#13;
resilience within the gig economy. The research findings reveal statistically&#13;
significant correlations between infrastructure reliability, ease of payments, and&#13;
income stability among freelancers. Based on these findings, evidence-based policy&#13;
recommendations are provided to improve infrastructure, streamline payment&#13;
systems, and establish legal frameworks that offer greater protection and security&#13;
for freelancers. The study emphasizes the importance of addressing these gaps to enhance the sustainability and resilience of freelancing in both Pakistan and&#13;
Indonesia.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Klaim Asuransi Rumah Sakit (Studi Kasus: [RS. XYZ])</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66127" rel="alternate"/>
<author>
<name>Dianqori, Muhammad Fajar</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66127</id>
<updated>2026-08-19T03:16:59Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Klaim Asuransi Rumah Sakit (Studi Kasus: [RS. XYZ])
Dianqori, Muhammad Fajar
Sistem klaim INA-CBG (Indonesian Case-Based Groups) yang berbasis tarif paket&#13;
menempatkan rumah sakit pada risiko defisit ketika biaya pelayanan aktual melampaui tarif&#13;
yang ditetapkan. Pada data rawat inap tahun 2023–2024 di suatu rumah sakit yang menjadi&#13;
konteks penelitian, sebanyak 6.018 dari 9.789 episode perawatan (61,48%) tercatat sebagai&#13;
kasus defisit dengan total kerugian sebesar Rp 15,56 miliar. Pendekatan analitik&#13;
konvensional yang berfokus pada rata-rata biaya populasi belum mampu mengungkap&#13;
karakteristik kelompok pasien dan pola tindakan medis yang menjadi pemicu defisit,&#13;
sehingga rekomendasi penanganan klinisnya cenderung bersifat umum dan tidak terarah.&#13;
&#13;
Kebutuhan akan framework analitik yang dapat memetakan konsentrasi defisit pada sub-&#13;
populasi spesifik menjadi mendesak agar strategi pengendalian keuangan rumah sakit lebih&#13;
&#13;
tajam dan actionable.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan framework analitik berbasis kerugian klaim&#13;
(Loss-Oriented Analytical Framework, LOAF) yang mengidentifikasi karakteristik&#13;
kelompok pasien dan pola tindakan medis yang berkaitan dengan defisit klaim INA-CBG.&#13;
&#13;
Framework LOAF ini menjalankan klastering K-Means secara terpisah per-kelompok INA-&#13;
CBG (per-CBG stratification), sehingga setiap perbedaan antar klaster dapat diatribusikan&#13;
&#13;
secara sah dan murni kepada perbedaan pola tindakan medis, bukan kepada perbedaan&#13;
diagnosis atau tarif paket.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan analitik retrospektif pada data klaim dengan total 9.789&#13;
episode rawat inap (Januari 2023 – Desember 2024). Sebanyak 6.018 kasus rugi distratifikasi&#13;
menjadi 329 kelompok INA-CBG, lalu selanjutnya dipilih berdasarkan kriteria sehingga&#13;
menjadi 52 kelompok layak klastering (n ≥ 30 kasus rugi), dan dipilih top-10 kelompok CBG&#13;
prioritas dengan total defisit terbesar. Matriks fitur dibangun dari hasil count encoding&#13;
tindakan medis (1.849 fitur) yang ditransformasi dengan menggunakan log-transform dan&#13;
dinormalisasi dengan RobustScaler, kemudian diaplikasikan reduksi dimensi menggunakan&#13;
Principal Component Analysis (PCA) dengan dua komponen utama. Pemilihan komponen&#13;
PCA divalidasi secara empiris melalui enam konfigurasi PCA (50%–95% varians vs&#13;
n_components = 2). Juga dengan pemilihan algoritma, divalidasi melalui benchmark terhadap algoritma K-Medoids, Gaussian Mixture Model dan Agglomerative Hierarchical&#13;
Clustering. Klastering k-means dijalankan per-CBG dengan rentang K adaptif (2 sampai 5),&#13;
dengan jumlah klaster optimal ditentukan melalui rank aggregation terhadap tiga metrik&#13;
validasi internal Silhouette Score, Davies-Bouldin Index dan Calinski-Harabasz Index.&#13;
Validitas hasil diuji melalui lima lapis triangulasi, justifikasi pemilihan PCA, benchmark&#13;
algoritma, uji robustness antar model (Model A: variabel treatment + LOS + ICU vs Model&#13;
B: treatment-only variable), uji stabilitas bootstrap 50 iterasi, dan uji Mann-Whitney U&#13;
dengan koreksi FDR Benjamini-Hochberg untuk perbedaan klaster. Analisis pasca-klaster&#13;
mencakup analisis profil finansial-klinis, analisis komparatif rugi-vs-untung dalam CBG&#13;
identik dengan koreksi case-mix, serta identifikasi anomali statistik dan semantik-klinis pada&#13;
lima CBG kandidat efisiensi dengan estimasi excess cost terbesar.&#13;
Framework LOAF berhasil memecah sepuluh CBG prioritas menjadi 35 klaster, dengan&#13;
struktur klaster yang terbukti stabil melalui kelima lapis triangulasi (kesesuaian Model A vs&#13;
B sebesar 92,0%–100%; rata-rata ARI bootstrap di atas 0,80 pada sembilan dari sepuluh&#13;
CBG; LOS dan SELISIH sebagai variabel paling diskriminatif dengan 78,33% dan 59,00%&#13;
pasangan klaster signifikan). Pada setiap CBG ditemukan klaster fokus dengan rata-rata&#13;
defisit per kasus 2,76 sampai 4,52 kali lebih dalam dibandingkan klaster paling efisien&#13;
(defisit rendah), membuktikan bahwa defisit tidak terdistribusi merata melainkan&#13;
terkonsentrasi pada sub-populasi tertentu. Hasil analisis menyimpulkan bahwa defisit&#13;
terbentuk dari dua mekanisme yang berbeda secara fundamental, (1) kompleksitas klinis&#13;
terminal pada CBG kasus berat dengan ICU di atas 80% dan mortalitas 12%–61% (2)&#13;
inefisiensi operasional pada CBG kasus ringan dengan tingkat kesembuhan 100%. Analisis&#13;
&#13;
komparatif pada top-5 CBG kandidat efisiensi (K-4-17-I, A-4-13-I, I-4-20-I, M-1-80-I, O-&#13;
6-10-I) menghasilkan estimasi excess cost yang konservatif dengan total Rp 231,15 juta&#13;
&#13;
(adjusted) dari 330 kasus rugi pada lima klaster fokus, yang dibentuk oleh perpanjangan&#13;
LOS (rasio 1,32–2,08 kali), eskalasi tindakan keperawatan rutin, peningkatan pemeriksaan&#13;
penunjang lintas-CBG, dan kemunculan item dengan unit-cost tinggi yang asimetris.&#13;
Identifikasi anomali statistik menemukan 388 pola deficit-only pada lintas top-10 CBG,&#13;
sedangkan analisis anomali semantik-klinis mengungkap kandidat audit yang lebih kuat&#13;
seperti kemunculan treatment Vulva Hygiene di CBG prosedur anggota tubuh atas yang&#13;
tidak terkait secara anatomis dan visite dokter spesialis ICU pada CBG dengan proporsi ICU&#13;
0%.&#13;
Framework LOAF yang penelitian ini usulkan terbukti dapat menerjemahkan data klaim&#13;
retrospektif menjadi instrumen pengambilan keputusan prospektif yang spesifik, terkuantifikasi, dan actionable. Kontribusi utama penelitian meliputi (1) integrasi&#13;
metodologis stratifikasi per-CBG, klastering K-Means per-kelompok, dan validasi berlapis&#13;
dalam satu alur operasional. (2) pembedaan konseptual antara dua mekanisme pembentuk&#13;
defisit yang berimplikasi pada strategi penanganan klinis berbeda. (3) penerapan framework&#13;
sebagai early warning system defisit klaim. Implementasi rekomendasi berbasis temuan,&#13;
mencakup standardisasi clinical pathway untuk tindakan keperawatan rutin berulang dan&#13;
penyusunan standar pemilihan alat dengan value-based, berpotensi meningkatkan efisiensi&#13;
operasional rumah sakit tanpa mengurangi mutu pelayanan klinis.&#13;
Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi&#13;
manajemen rumah sakit dalam mengevaluasi kasus-kasus berisiko terhadap kerugian,&#13;
mengoptimalkan proses perawatan, dan meningkatkan efisiensi operasional untuk mencapai&#13;
profitabilitas yang lebih baik.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Evaluasi Perbandingan Usabilitas pada Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) Menggunakan Metode Evaluasi Heuristik (Studi Kasus: Puskesmas Ngaglik 1 dan Puskesmas Turi)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66007" rel="alternate"/>
<author>
<name>Febriyanti, Eka</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66007</id>
<updated>2026-08-13T08:26:12Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Evaluasi Perbandingan Usabilitas pada Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) Menggunakan Metode Evaluasi Heuristik (Studi Kasus: Puskesmas Ngaglik 1 dan Puskesmas Turi)
Febriyanti, Eka
Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) berperan penting dalam meningkatkan&#13;
efektivitas, efisiensi, dan integrasi layanan kesehatan. Namun, penerapannya harus didukung&#13;
oleh usability yang baik agar memudahkan tenaga kesehatan dalam penggunaannya.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usability SIMPUS di Puskesmas Ngaglik 1 dan&#13;
Puskesmas Turi Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah evaluasi heuristik&#13;
berdasarkan 10 prinsip Nielsen. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada pengguna&#13;
sistem dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank serta penilaian severity&#13;
rating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum usability SIMPUS di kedua&#13;
puskesmas tergolong baik, dengan rata-rata skor seluruh kriteria di atas 4,00. Di Puskesmas&#13;
Ngaglik 1 ditemukan 17 permasalahan usability pada enam kriteria, terdiri dari 14 masalah&#13;
minor dan 3 item tanpa masalah usability. Sementara itu, di Puskesmas Turi ditemukan 14&#13;
permasalahan pada enam kriteria yang seluruhnya tergolong masalah minor dengan prioritas&#13;
perbaikan rendah. Permasalahan yang ditemukan terutama terkait visibilitas status sistem,&#13;
konsistensi, pencegahan kesalahan, fleksibilitas, pemulihan kesalahan, serta bantuan dan&#13;
dokumentasi. Kesimpulannya, SIMPUS di kedua puskesmas layak digunakan dan memiliki&#13;
usability yang baik, meskipun masih diperlukan perbaikan minor untuk meningkatkan&#13;
kualitas layanan dan kenyamanan pengguna.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
