<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Informatics</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/41" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/41</id>
<updated>2026-05-13T02:40:56Z</updated>
<dc:date>2026-05-13T02:40:56Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Penerapan Error Level Analysis (ELA) Terintegrasi CNN untuk Deteksi Manipulasi Video dalam Digital Forensik</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62318" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sarifudin, Yahya</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62318</id>
<updated>2026-05-09T06:50:12Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Penerapan Error Level Analysis (ELA) Terintegrasi CNN untuk Deteksi Manipulasi Video dalam Digital Forensik
Sarifudin, Yahya
Terjadi peningkatan konten atau karya digital berbasis visual baik gambar ataupun&#13;
video, karya atau konten menjadi aset digital berharga. Namun kemudahan akses dan&#13;
berkemabangnya berbagai tools dan teknik manipulasi, membuka peluang kejahatan dengan&#13;
memanfaatkan jenis manipulasi video. Untuk meminimalisir dampak disinformasi,&#13;
misinterpretasi, menjaga, dan melindungi kekayaan intelektual dari manipulasi perlu strategi&#13;
untuk mempertahankan keaslian. Mekanisme identifikasi keaslian tanpa bantuan tools atau&#13;
metode khusus secara scientific menimbulkan peluang misinterpretasi. Salah satu metode&#13;
atau langkah-langkah untuk mendeteksi manipulasi adalah ELA. Implementasi metode&#13;
Error Level Analysis (ELA) dalam video forensik untuk deteksi manipulasi video&#13;
menggunakan skema studi kasus dengan melakukan pengujian terhadap dataset video&#13;
manipulasi. Analisis eksperimen implementasi metode ELA ini, diintegrasikan dengan&#13;
model lain misalnya algoritma CNN dengan teknik SVM dan KNN atau treshold yang telah&#13;
terbukti untuk deteksi manipulasi gambar.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Penerapan Error Level Analysis (ELA) Terintegrasi CNN untuk Deteksi Manipulasi Video dalam Digital Forensik</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62314" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sarifudin, Yahya</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62314</id>
<updated>2026-05-09T06:33:14Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Penerapan Error Level Analysis (ELA) Terintegrasi CNN untuk Deteksi Manipulasi Video dalam Digital Forensik
Sarifudin, Yahya
Terjadi peningkatan konten atau karya digital berbasis visual baik gambar ataupun&#13;
video, karya atau konten menjadi aset digital berharga. Namun kemudahan akses dan&#13;
berkemabangnya berbagai tools dan teknik manipulasi, membuka peluang kejahatan dengan&#13;
memanfaatkan jenis manipulasi video. Untuk meminimalisir dampak disinformasi,&#13;
misinterpretasi, menjaga, dan melindungi kekayaan intelektual dari manipulasi perlu strategi&#13;
untuk mempertahankan keaslian. Mekanisme identifikasi keaslian tanpa bantuan tools atau&#13;
metode khusus secara scientific menimbulkan peluang misinterpretasi. Salah satu metode&#13;
atau langkah-langkah untuk mendeteksi manipulasi adalah ELA. Implementasi metode&#13;
Error Level Analysis (ELA) dalam video forensik untuk deteksi manipulasi video&#13;
menggunakan skema studi kasus dengan melakukan pengujian terhadap dataset video&#13;
manipulasi. Analisis eksperimen implementasi metode ELA ini, diintegrasikan dengan&#13;
model lain misalnya algoritma CNN dengan teknik SVM dan KNN atau treshold yang telah&#13;
terbukti untuk deteksi manipulasi gambar.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peluang Pemanfaatan Teknologi Blockchain pada Crowdfunding Lembaga Filantropi di Indonesia dalam Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62238" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rizky, Muhammad</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62238</id>
<updated>2026-05-08T06:04:30Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peluang Pemanfaatan Teknologi Blockchain pada Crowdfunding Lembaga Filantropi di Indonesia dalam Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi
Rizky, Muhammad
Indonesia konsisten menempati peringkat teratas sebagai negara yang dermawan menurut&#13;
World Giving Index, namun praktik filantropi digital masih menghadapi masalah&#13;
transparansi, akuntabilitas, dan penurunan kepercayaan akibat kasus penyelewengan dana.&#13;
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi teknologi blockchain dalam meningkatkan&#13;
transparansi dan akuntabilitas filantropi di Indonesia, dengan mengadaptasi kerangka&#13;
Blockchain-Based Donation Traceability (BBDT) pada platform crowdfunding donasi,&#13;
serta mengevaluasi efektivitas dan penerimaan pengguna terhadap prototipe sistem yang&#13;
diusulkan. Penelitian menggunakan metode Design Science Research dengan studi kasus&#13;
pada dua lembaga filantropi nasional, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Human&#13;
Initiative (HI). Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi alur&#13;
sistem donasi, serta survei daring terhadap 180 responden. Artefak yang dikembangkan&#13;
berupa prototipe sistem donasi berbasis blockchain Ethereum menggunakan jenis&#13;
blockchain public-permissioned dengan tiga smart contract utama, yaitu Join, Charity, dan&#13;
Wallet, serta arsitektur on-chain dan off-chain yang mendukung fitur pendaftaran role,&#13;
pembuatan dan verifikasi kampanye, donasi, pencairan dana bertahap berbasis kampanye,&#13;
pelacakan transaksi, dan fitur bantu kampanye. Prototipe didemonstrasikan pada jaringan&#13;
lokal Ganache dengan menggunakan ETH testnet, dan dompet digital MetaMask&#13;
digunakan sebagai identitas pengguna. Setelah itu, prototipe dievaluasi melalui wawancara&#13;
pakar, analisis tematik terhadap tanggapan publik, serta simulasi biaya gas transaksi. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa prototipe mampu memfasilitasi keterlacakan donasi,&#13;
memperkuat jejak audit, dan meningkatkan persepsi transparansi serta kepercayaan&#13;
terhadap lembaga filantropi. Meskipun demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa&#13;
adopsi secara luas masih terdapat tantangan yakni kesenjangan literasi digital,&#13;
kompleksitas penggunaan dompet digital kripto, biaya transaksi (fee gas) , serta kebutuhan&#13;
kejelasan regulasi dan pandangan fiqh terkait aset kripto. Simulasi biaya transaksi dalam&#13;
menguji donasi minimum yang ekonomis berada pada kisaran minimal Rp 50.000 dengan&#13;
asumsi potongan biaya administrasi 10%. Lembaga dan responden publik cenderung&#13;
mengusulkan pada model hybrid, yaitu transaksi donasi tetap menggunakan Rupiah&#13;
melalui payment gateway sementara blockchain difungsikan sebagai lapisan pencatatan dan pelacakan. Penelitian ini menghasilkan bukti awal dan rancangan prototipe yang dapat&#13;
menjadi acuan desain penerapan BBDT yang lebih sesuai dengan konteks ekosistem&#13;
filantropi digital di Indonesia.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Faktor Penerimaan Petambak terhadap Aplikasi Manajemen Tambak JALA App Menggunakan Model  UTAUT2</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62216" rel="alternate"/>
<author>
<name>Shiddiq, Muhammad Farras</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62216</id>
<updated>2026-05-08T03:22:35Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Faktor Penerimaan Petambak terhadap Aplikasi Manajemen Tambak JALA App Menggunakan Model  UTAUT2
Shiddiq, Muhammad Farras
Industri budidaya udang di Indonesia menghadapi tantangan signifikan, termasuk&#13;
penurunan produktivitas dan daya saing ekspor. Adopsi teknologi informasi menjadi penting&#13;
dilakukan untuk petambak guna meningkatkan efisiensi dan produktifitas tambak. Salah satu&#13;
adopsi teknologi yang akan diteliti adalah aplikasi manajemen tambak JALA App. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang memengaruhi penerimaan petambak&#13;
terhadap adopsi teknologi budidaya udang menggunakan kerangka Unified Theory of&#13;
Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). Model ini mencakup konstruk utama&#13;
seperti ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi fasilitasi, motivasi&#13;
hedonis, nilai harga, dan kebiasaan, yang berpengaruh pada niat dan perilaku penggunaan&#13;
teknologi. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif berbasis survei yang akan&#13;
dilakukan pada petambak skala kecil dan menengah di Indonesia. Data dikumpulkan melalui&#13;
kuesioner yang dirancang menggunakan skala Likert, untuk mengevaluasi persepsi&#13;
petambak terhadap penggunaan JALA App. Model analisis menggunakan teknik Partial&#13;
Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk mengidentifikasi hubungan&#13;
antara variabel dalam UTAUT2. Penelitian ini juga akan menguji peran faktor moderasi&#13;
seperti usia, jenis kelamin, dan pengalaman dalam memengaruhi hubungan antara variabel.&#13;
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang&#13;
faktor-faktor penerimaan teknologi di kalangan petambak. Hambatan seperti keterbatasan&#13;
infrastruktur, kurangnya pengetahuan teknis, dan biaya yang dianggap tinggi akan dievaluasi&#13;
untuk memberikan solusi strategis. Studi ini juga bertujuan menawarkan rekomendasi&#13;
praktis bagi pengembang aplikasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk&#13;
meningkatkan adopsi teknologi dalam sektor akuakultur, khususnya budidaya udang.&#13;
Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan kerangka kerja yang jelas untuk&#13;
menganalisis penerimaan teknologi di sektor perikanan dan akuakultur di Indonesia. Dengan&#13;
menggunakan model UTAUT2, studi ini diharapkan membantu mengidentifikasi elemen&#13;
kunci yang dapat meningkatkan keberhasilan adopsi teknologi digital, menciptakan&#13;
ekosistem yang lebih produktif dan kompetitif bagi industri budidaya udang Indonesia.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
