<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Industrial Engineering</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/40" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/40</id>
<updated>2026-05-13T01:06:18Z</updated>
<dc:date>2026-05-13T01:06:18Z</dc:date>
<entry>
<title>Optimalisasi Manajemen Perubahan dalam Percepatan Transformasi Digital di Industri Manufaktur</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62084" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sutra, Debi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62084</id>
<updated>2026-05-06T03:11:19Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Optimalisasi Manajemen Perubahan dalam Percepatan Transformasi Digital di Industri Manufaktur
Sutra, Debi
Transformasi digital di industri manufaktur Indonesia masih menghadapi tantangan&#13;
yang signifikan, di mana sebagian besar inisiatif perubahan belum mampu&#13;
mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu penyebab utama kegagalan tersebut&#13;
adalah tingginya resistensi karyawan terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menganalisis faktor-faktor kritis dalam implementasi Manufacturing&#13;
Execution System (MES) 3.0 di PT. X dengan menggunakan model ADKAR&#13;
(Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement), serta menguji peran&#13;
resistensi karyawan sebagai variabel pemoderasi dalam hubungan tersebut.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain&#13;
explanatory sequential. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap&#13;
248 karyawan dan dianalisis menggunakan regresi berganda serta Moderated&#13;
Regression Analysis (MRA). Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui&#13;
wawancara mendalam dengan 10 informan kunci dan dianalisis secara tematik&#13;
untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil kuantitatif. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa Awareness (β = −0,315; p &lt; 0,001), Knowledge (β = −0,287;&#13;
p &lt; 0,001), dan Ability (β = −0,246; p &lt; 0,01) berpengaruh signifikan terhadap&#13;
keberhasilan implementasi MES 3.0, sementara Desire dan Reinforcement tidak&#13;
menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan penting lainnya mengungkap&#13;
bahwa resistensi karyawan berperan sebagai variabel pemoderasi yang&#13;
memperlemah hubungan antara Awareness (β = 0,183; p &lt; 0,01) dan Knowledge (β&#13;
= 0,156; p &lt; 0,05) dengan keberhasilan implementasi. Analisis kualitatif&#13;
memperkuat temuan tersebut dengan mengidentifikasi bahwa pendekatan&#13;
awareness yang bersifat satu arah, pelatihan yang tidak terintegrasi dengan realitas&#13;
kerja di lapangan, serta lemahnya sistem penguatan pasca-implementasi menjadi&#13;
akar permasalahan utama dalam implementasi MES 3.0. Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa pendekatan manajemen perubahan konvensional belum&#13;
efektif dalam konteks organisasi dengan tingkat resistensi yang tinggi. Oleh karena&#13;
itu, penelitian ini mengusulkan perlunya pendekatan manajemen perubahan yang&#13;
lebih terintegrasi dengan menempatkan pengelolaan resistensi sebagai inti strategi&#13;
dalam mempercepat transformasi digital di industri manufaktur Indonesia.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perancangan Mitigasi Risiko Dalam Distribusi Obat di Tingkat Pedagang Besar Farmasi dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) dan Poka Yoke</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61495" rel="alternate"/>
<author>
<name>Yusri, Ardhini Ramadhani</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61495</id>
<updated>2026-04-14T03:31:30Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perancangan Mitigasi Risiko Dalam Distribusi Obat di Tingkat Pedagang Besar Farmasi dengan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) dan Poka Yoke
Yusri, Ardhini Ramadhani
Pedagang Besar Farmasi (PBF) adalah perusahaan yang memiliki izin untuk&#13;
pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat dalam jumlah besar sesuai&#13;
dengan peraturan. PBF berperan penting dalam stabilitas rantai pasok yang&#13;
mempengaruhi keselamatan pasien dan keberlanjutan pelayanan kesehatan. PT&#13;
Pharmex Lestari Jaya, salah satu PBF di Indonesia, menghadapi berbagai risiko&#13;
operasional seperti kesalahan dalam mengambil jenis dan jumlah obat untuk&#13;
pengiriman, keterlambatan pengiriman, kesulitan mencari barang, kegagalan&#13;
penjualan akibat barang sudah expired, dan lain sebagainya. Penelitian ini&#13;
bertujuan merancang mitigasi risiko di PT Pharmex Lestari Jaya dengan metode&#13;
FMEA dan Poka Yoke untuk mencegah kegagalan dalam proses operasional&#13;
yang merugikan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24&#13;
risiko teridentifikasi, risiko terbesar adalah barang salah tempat penyimpanan&#13;
(R7) dan kesalahan dalam mengambil jenis dan jumlah barang untuk&#13;
pengiriman ke customer (R17) dengan nilai RPN 80. Sedangkan risiko terkecil&#13;
adalah dokumen pengiriman tidak lengkap (R22) dengan nilai RPN 4. Melalui&#13;
analisis pareto, diperoleh 10 risiko prioritas yang menjadi fokus utama untuk&#13;
dilakukan mitigasi risiko. Mitigasi risiko dengan konsep poka yoke yang&#13;
diusulkan berupa mendigitalisasi alur kerja gudang melalui aplikasi manajemen&#13;
gudang yang terintegrasi dengan sistem barcode. Aplikasi ini meminimalisir&#13;
kesalahan manusia atau pekerja dalam melakukan kegiatan operasional yang&#13;
sebelumnya dilakukan dengan cara manual dengan memverifikasi setiap barang&#13;
yang dipindai, memastikan kesesuaian data, lokasi, dan jumlah. Jika terjadi&#13;
kesalahan, aplikasi akan memberikan peringatan dan menahan proses hingga&#13;
kesalahan diperbaiki, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam&#13;
kegiatan operasional perusahaan tetapi juga sebagai pencegah kesalahan (error&#13;
proofing).
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengembangan Innovative Credit Scoring dalam Pendanaan pada Rural Bank di Indonesia Studi Kasus: PT. BPR Danagung Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/60677" rel="alternate"/>
<author>
<name>Alamsyah, Tedy</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/60677</id>
<updated>2026-02-14T02:59:03Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Innovative Credit Scoring dalam Pendanaan pada Rural Bank di Indonesia Studi Kasus: PT. BPR Danagung Yogyakarta
Alamsyah, Tedy
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) berperan penting dalam mendukung inklusi keuangan masyarakat kecil dan UMKM. Namun, perkembangan fintech dan digitalisasi menuntut adanya inovasi dalam sistem penilaian kelayakan kredit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan innovative credit scoring berbasis aplikasi DanagungGO pada PT. BPR Danagung Yogyakarta untuk meningkatkan efektivitas penyaluran kredit, kepuasan nasabah, serta efisiensi proses bisnis. Metode penelitian meliputi Wilcoxon Signed-Rank Test untuk menguji perbedaan kualitas layanan sebelum dan sesudah implementasi aplikasi, Monte Carlo Simulation untuk validasi probabilistik, serta defuzzifikasi untuk membandingkan harapan dan persepsi nasabah. Selain itu, dilakukan analisis regresi linear berganda untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pengajuan dan realisasi kredit dan forecasting untuk peramalan. Data diperoleh dari 211 responden nasabah aktif DanagungGO dengan periode observasi tiga tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada lima indikator utama layanan: kecepatan, kegagalan, kepuasan, kesalahan input, dan kemudahan proses. Nilai Customer Satisfaction Index (CSI) sebesar 87,23% menunjukkan kategori Very Satisfied. Analisis defuzzifikasi memperlihatkan persepsi nasabah melebihi harapan, khususnya pada kemudahan proses. Analisis regresi menghasilkan R² = 0,640, dengan variabel jangkauan terbukti signifikan terhadap pengajuan kredit, sementara variabel lain tidak signifikan. Meskipun pengajuan kredit tinggi, realisasi kredit hanya mencapai sekitar 10%, sehingga diperlukan strategi konversi yang lebih efektif. Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi DanagungGO mampu meningkatkan kepuasan nasabah dan efisiensi layanan, namun masih perlu penyempurnaan dalam aspek realisasi kredit. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model innovative credit scoring yang adaptif terhadap karakteristik lokal, sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi BPR dalam menghadapi persaingan dengan fintech dan memperkuat perannya sebagai pilar inklusi keuangan serta memperluas akses pembiayaan bagi segmen di Indonesia.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pendekatan Lean Management – Resilience Engineering Yang Terintegrasi Untuk Peningkatan Kinerja Supply Chain</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/60639" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fauzi, Muhammad Wahyu</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/60639</id>
<updated>2026-02-13T03:19:11Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pendekatan Lean Management – Resilience Engineering Yang Terintegrasi Untuk Peningkatan Kinerja Supply Chain
Fauzi, Muhammad Wahyu
Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan menghadapi&#13;
tantangan kompleks dalam mengelola supply chain yang efisien sekaligus resilient&#13;
terhadap gangguan tak terduga. Pendekatan lean management yang berfokus pada&#13;
eliminasi waste dapat menciptakan kerentanan, sementara resilience engineering&#13;
menawarkan ketahanan sistem namun berpotensi mengurangi efisiensi. Penelitian ini&#13;
bertujuan menganalisis implementasi pendekatan lean management dan resilience&#13;
engineering yang terintegrasi untuk meningkatkan kinerja supply chain secara holistik.&#13;
Penelitian menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan desain before-after&#13;
comparison study selama 12 bulan di perusahaan manufaktur. Sampel penelitian&#13;
melibatkan 16 responden dari berbagai tingkatan hierarki organisasi yang terdiri dari&#13;
direktur, manajer, supervisor, dan staf operasional dari lima divisi supply chain (sales,&#13;
procurement, produksi, warehouse, logistik). Implementasi terintegrasi menunjukkan&#13;
peningkatan signifikan pada seluruh divisi. Divisi sales mengalami pertumbuhan&#13;
penjualan 39,7%, divisi produksi mencapai peningkatan produktivitas 117% dengan&#13;
pengurangan lead time 54%, divisi warehouse meningkat kapasitas hingga 1.400%,&#13;
sementara divisi logistik berhasil meminimalkan keluhan pelanggan dan&#13;
mengoptimalkan biaya operasional. Secara keseluruhan, kinerja organisasi meningkat&#13;
dari kategori "Perlu Perbaikan" (195,12 poin/39%) menjadi "Cukup" (343,56&#13;
poin/69%). Integrasi lean management dan resilience engineering terbukti efektif&#13;
meningkatkan kinerja supply chain melalui optimalisasi efisiensi operasional dan&#13;
penguatan ketahanan sistem secara simultan, menciptakan supply chain yang tidak&#13;
hanya lean tetapi juga resilient.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
