<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Psychology</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/39" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/39</id>
<updated>2026-09-28T20:11:38Z</updated>
<dc:date>2026-09-28T20:11:38Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Zikir untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Hipertensi Esensial Pralansia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66545" rel="alternate"/>
<author>
<name>Trismahwati, Dewi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66545</id>
<updated>2026-08-31T07:55:14Z</updated>
<published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Zikir untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Hipertensi Esensial Pralansia
Trismahwati, Dewi
Salah satu cara untuk mengoptimalkan hasil kerja karyawan di BMT T, manajemen BMT T mengadakan penilaian kinerja karyawan secara periodik. Namun dalam proses pelaksanaannya, sistem tersebut menimbulkan persepsi negatif yang muncul di kalangan karyawan di berbagai cabang. Persepsi yang muncul adalah adanya manajer cabang yang melakukan penilaian kinerja terhadap pengelola secara subjektif. Persepsi lain yang muncul adalah penilaian kinerja yang dilakukan oleh karyawan itu sendiri kurang efektif. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa reaksi karyawan terhadap proses penilaian kinerja yang ada menunjukkan sejauh mana karyawan yang bersangkutan menerima proses penilaian kinerja tersebut. Dengan kata lain karyawan akan menerima sistem penilaian kinerja jika prosedur penilaian kinerja yang berlaku dianggap adil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem penilaian kinerja 360̊ dalam meningkatkan persepsi positif terhadap keadilan prosedural penilaian kinerja. Sampel penelitian berjumlah 38 karyawan yang terbagi secara acak ke dalam dua kelompok, 19 karyawan kelompok eksperimen dan 19 karyawan lainnya kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang digunakan untuk mengukur persepsi terhadap keadilan prosedural. Hasil analisis data dengan menggunakan independent sample t-test terhadap gain ternormalisasi, diperoleh nilai ttabel=2,02 dengan nilai thitung=3,275 (thitung&gt;ttabel), dan nilai p sebesar 0,03 (p&lt;0,05). Hal tersebut menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan gain ternormalisasi dari kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan. Sedangkan analisis dengan paired sample t- test menunjukkan terdapat perbedaan persepsi pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pada kelompok eksperimen nilai t-hitung tidak berada diantara ±ttabel (thitung=-2,572, ttabel=2,110). Nilai probabilitas (p) yang dihasilkan yaitu sebesar 0,019 (p&lt;0,05). Pada kelompok kontrol nilai thitung=0,513, yang menunjukkan nilai thitung berada diantara ±ttabel. Sedangkan nilai probabilitas yang dihasilkan sebesar 0,614 (p&gt;0,05). Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang ditetapkan terbukti, yaitu penilaian kinerja 360̊ dapat meningkatkan persepsi positif keadilan prosedural penilaian kinerja.
</summary>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Zikir untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Hipertensi Esensial Pralansia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66544" rel="alternate"/>
<author>
<name>Lusrizanuri, Kiki</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66544</id>
<updated>2026-08-31T07:49:30Z</updated>
<published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif dan Zikir untuk Menurunkan Kecemasan Pasien Hipertensi Esensial Pralansia
Lusrizanuri, Kiki
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh terapi relaksasi otot progresif dan zikir untuk menurunkan kecemasan pasien hipertensi esensial pralansia. Subjek dalam penelitian ini adalah pralansia yang memiliki tekanan darah di atas normal dan mengalami kecemasan. Alat ukur menggunakan skala kecemasan. Penelitian ini adalah kuasi-eskperimen rancangan control group design. Analisis data menggunakan U Mann Whitney untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi zikir. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecemasan yang sangat signifikan antara kelompok eskperimen dan kelompok kontrol setelah pelaksanaan terapi relaksasi zikir. Hasil penelitian menunjukkan skor p = 0,008 (p&lt;0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa subjek hipertensi esensial pralansia yang mengikuti terapi relaksasi otot progresif dan zikir mengalami penurunan tingkat kecemasan.
</summary>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Pengetahuan Bahaya Merokok dan Pengetahuan Hukum Haram Rokok terhadap Perilaku Merokok Remaja</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66543" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sutedjo, Rennie Incisivi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66543</id>
<updated>2026-08-31T06:44:58Z</updated>
<published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Pengetahuan Bahaya Merokok dan Pengetahuan Hukum Haram Rokok terhadap Perilaku Merokok Remaja
Sutedjo, Rennie Incisivi
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan bahaya merokok dan pengetahuan hukum haram rokok dalam menurunkan perilaku merokok remaja. Hipotesis yang diajukan adalah, pertama pengetahuan bahaya merokok berpengaruh untuk menurunkan perilaku merokok pada remaja, yang kedua pengetahuan hukum haram rokok berpengaruh untuk menurunkan perilaku merokok pada remaja. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 18 orang orang remaja laki-laki kelas VII dan VIII dengan perilaku merokok. Subjek dibagi menjadi tiga kelompok yaitu, kelompok eksperimen satu, kelompok eksperimen dua dan kelompok kontrol. Masing-masing kelompok mendapat subjek dengan jumlah yang sama, dengan kriteria yang disetarakan. Adapun skala yang digunakan adalah skala intensitas merokok dari Astuti (2010) yang telah digunakan sebelumnya berjumlah 23 aitem, mengacu pada teori manajemen afek yang dikemukakan oleh Tomkins (Sarafino, 1998) dan skala frekuensi merokok yang mengacu pada kategori perokok dari Hanewinkel (2010). Hipotesis diuji dengan menggunakan teknik analisis varians satu jalur dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada penurunan perilaku merokok yang signifikan baik pada subjek yang mendapatkan pengetahuan bahaya merokok maupun subjek yang mendapatkan pengetahuan hukum haram rokok. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pengetahuan bahaya merokok dan pengetahuan hukum haram rokok tidak efektif dalam menurunkan perilaku merokok.
</summary>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Sosialisasi Sistem Imbalan Rancangan Rowan terhadap Persepsi Mengenai Sistem Imbalan dan Motivasi Kerja Karyawan Bagian Produksi di PT X Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/66541" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nopita</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/66541</id>
<updated>2026-08-31T06:36:38Z</updated>
<published>2013-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Sosialisasi Sistem Imbalan Rancangan Rowan terhadap Persepsi Mengenai Sistem Imbalan dan Motivasi Kerja Karyawan Bagian Produksi di PT X Yogyakarta
Nopita
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rancangan sistem imbalan yang jelas dalam meningkatkan persepsi positif terhadap sistem imbalan dan melihat pengaruhnya terhadap motivasi kerja, tujuan berikutnya adalah melihat hubungan antara persepsi dan motivasi kerja. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh positif persepsi sistem imbalan terhadap motivasi kerja karyawan dan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi terhadap sistem imbalan dengan motivasi kerja karyawan. Subyek penelitian berjumlah 12 responden yang diambil secara klasikal yakni karyawan bagian produksi unit workshop Damai. Penelitian ini menggunakan tiga variabel penelitian yakni sosialisasi sistem imbalan rancangan Rowan, persepsi terhadap sistem imbalan dan motivasi kerja karyawan. Metode penelitian dilakukan dengan teknik eksperimen one group pretest posttest design. Pengukuran terhadap persepsi dan motivasi kerja karyawan menggunakan kuesioner/angket baik sebelum maupun setelah diberikan intervensi yang berupa sosialisasi mengenai sistem imbalan rancangan Rowan. Penilaian alat ukur menggunakan poin angka yang terdiri dari 1 sampai 5 poin pada setiap pernyataannya. Hasil analisis data dengan menggunakan statistik non parametrik yakni uji perbedaan dengan metode Sign test yang menunjukkan tidak ada perbedaan persepsi dan motivasi sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi sistem imbalan, hal ini terlihat dari nilai tanda (-) berjumlah 3 h=2 yakni 3 &gt; 2 yang menunjukan hipotesis nol ditolak. Sedangkan untuk uji hipotesa yang kedua yakni melihat hubungan antara variabel persepsi dengan motivasi kerja, terlihat rs hitung &gt; rs table (0,782 &gt; 0,591) dengan α = 0,05 yang berarti ada hubungan positif yang kuat antara varibel persepsi dengan variabel motivasi kerja.
</summary>
<dc:date>2013-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
