<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Medicine</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/3468" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/3468</id>
<updated>2026-04-25T13:16:08Z</updated>
<dc:date>2026-04-25T13:16:08Z</dc:date>
<entry>
<title>Vaksin CoVID-19 di Tahun 2021: Antara Harapan dan Fakta?</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/33822" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rosita, Linda</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/33822</id>
<updated>2021-10-28T07:02:58Z</updated>
<published>2021-01-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Vaksin CoVID-19 di Tahun 2021: Antara Harapan dan Fakta?; Dalam Buku "Islam Indonesia 2021"
Rosita, Linda
Tantangan agar transmisi pandemi covid-19 dapat dihentikan salah satunya dengan terbentuknya imunitas (kekebalan) masyarakat. Usaha-usaha yang dilakukan agar terbentuknya imunitas melalui adanya ketersedian vaksin siap dipakai yang aman dan edukasi. Berkembangnya penyakit ini memunculkan pengetahuan dan penelitian dalam waktu yang cepat ini untuk berperan dalam  mengurangi angka kesakitan dan angka kematian akibat CoVID-19. Penelitian tentang vaksin CoVID-19 ini, juga menjadi hikmah yang dapat diambil yaitu dalam mendorong pengembangan teknologi di Indonesia dan di banyak negara. Vaksin CoVID-19 bukan satu-satunya jalan keluar yang dinantikan untuk menghentikan pandemi CoVID-19. Namun, untuk bisa mengatasi pandemi ini dengan baik dan tuntas, vaksin diperlukan sebagai garda depan. Bagi umat Islam, kehalalan produk menjadi perhatian terhadap penggunaan vaksin CoVID-19 dan MUI sangat berperan dengan hal ini.
</summary>
<dc:date>2021-01-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hematologi Dasar</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/33788" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rosita, Linda</name>
</author>
<author>
<name>Pramana, Abrory Agus Cahya</name>
</author>
<author>
<name>Arfira, Fathiya Rahma</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/33788</id>
<updated>2021-10-28T05:09:25Z</updated>
<published>2019-04-20T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hematologi Dasar
Rosita, Linda; Pramana, Abrory Agus Cahya; Arfira, Fathiya Rahma
Sistem hematologi dalam fungsi normal manusia.&#13;
Darah berperan penting dalam semua proses fisiologis yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.Sistem peredaran darah tidak dapat dilepaskan pula hubungannya dengan sistem pernafasan, sistem pencernaan, sistem ekskresi, sistem sekresi, dan sistem kekebalan tubuh (imun) pada manusia.
</summary>
<dc:date>2019-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peran Rekestren (Relawan Kesehatan Pesantren) Dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Pondok Pesantren</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/11145" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rachmawaty, Farida Juliantina</name>
</author>
<author>
<name>Rosmelia</name>
</author>
<author>
<name>Rochmah, Fitria Siwi Nur</name>
</author>
<author>
<name>Lusiyana, Novyan</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/11145</id>
<updated>2018-10-11T08:33:54Z</updated>
<published>2018-10-11T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Rekestren (Relawan Kesehatan Pesantren) Dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Pondok Pesantren
Rachmawaty, Farida Juliantina; Rosmelia; Rochmah, Fitria Siwi Nur; Lusiyana, Novyan
Indonesia adalah negara yang memiliki lebih dari 20.000 pondok pesantren sebagain lembaga Pendidikan yang formal. Lingkungan yang kurang sehat dan fasilitas yang kurang memadai berdampak munculnya berbagai penyakit infeksi menular, terutama penyakit skabies. Dalam artikel ini memaparkan permasalahan kesehatan di 2 pondok pesantren di daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Upaya pemeriksaan dan pengobatan penyakit infeksi telah dilakukan, tetapi ternyata tidak dapat menyelesaikan masalah karena perilaku yang tidak sehat. Pengawasan dan tanggung jawab kesehatan dari warga pesantren diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan di pesantren. Oleh karena itu dibentuklah RESKESTREN (Relawan Kesehatan Pesantren) terlatih yang diberi tanggung jawab pengawasan kesehatan di pesantren sehingga diharapkan dapat mewujudkan pesantren yang sehat.
</summary>
<dc:date>2018-10-11T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>SEMINAR NASIONAL OBAT HERBAL INDONESIA 2016 (SEMNAS-OHI-2016)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/6271" rel="alternate"/>
<author>
<name>Juliantina Rachmawaty, Farida</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/6271</id>
<updated>2018-04-19T12:43:01Z</updated>
<published>2016-04-23T00:00:00Z</published>
<summary type="text">SEMINAR NASIONAL OBAT HERBAL INDONESIA 2016 (SEMNAS-OHI-2016)
Juliantina Rachmawaty, Farida
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan tanaman obat. Sejak zaman&#13;
dahulu bangsa Indonesia sudah menggunakan tanaman sebagai obat. Obat herbal&#13;
tersebut lebih dikenal dengan sebutan jamu. Jamu di kalangan kraton selain&#13;
digunakan untuk tujuan pengobatan juga sebagai sarana kecantikan. Bahan dasar&#13;
jamu yang berlimpah merupakan anugerah Allah Yang Maha Kuasa.&#13;
Di sisi lain, anugerah tersebut merupakan tantangan bangsa Indonesia&#13;
untuk mengembangkan obat herbal yang memiliki beberapa manfaat. Manfaat&#13;
yang luas dalam dunia medis, manfaat sebagai sarana kecantikan alami dan juga&#13;
menjadi salah satu unggulan komoditas bangsa. Selama ini pemerintah mendukung&#13;
pengembangan tanaman obat sebagai obat herbal dengan diterbitkannya&#13;
Permenkes RI. No 1109 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pengobatan&#13;
Komplementer-Alternatif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Kepemenkes RI.&#13;
No.121/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Medik Herbal. Pemerintah&#13;
juga menyelenggarakan hibah-hibah penelitian berbasis herbal
Collections &gt; Lecturers &gt; Faculty of medicine &gt; Books
</summary>
<dc:date>2016-04-23T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
