<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>New Submission</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/3340" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/3340</id>
<updated>2026-05-24T14:09:36Z</updated>
<dc:date>2026-05-24T14:09:36Z</dc:date>
<entry>
<title>Human Reliability Assessment guna Peningkatan Kinerja Karyawan pada Industri Kreatif</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62478" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pratama, Aiza Yudha Pratama</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62478</id>
<updated>2026-05-11T07:42:45Z</updated>
<published>2016-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Human Reliability Assessment guna Peningkatan Kinerja Karyawan pada Industri Kreatif
Pratama, Aiza Yudha Pratama
Industri kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan bakat, keahlian, dan kreativitas merupakan sektor yang sangat mendukung perekonomian Indonesia. Namun, manusia tidak pernah terlepas dari keterbatasan dalam mencurahkan keahlian dan kreativitasnya sehingga masih memungkinkan terjadinya kesalahan manusia atau Human Error. Salah satu industri kreatif unggulan di Kota Yogyakarta adalah kerajinan perak filigree. Pada proses produksi ornamen perak filigree, keahlian dan keterampilan pekerja menjadi faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap hasil produksi.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keandalan pekerja pada proses produksi ornamen perak filigree menggunakan metode SPAR-H, mengetahui pola kesalahan pada proses produksi, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan rekomendasi untuk mengatasi permasalahan human error tersebut. Penelitian dilakukan di Sansans Silver Craft dan Ira Silver yang merupakan industri kreatif kerajinan perak di kawasan Kotagede, Yogyakarta.&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Human Error Probability terbesar pada Sansans Silver Craft terdapat pada kegiatan peletakan filling pada frame yang dikerjakan divisi framing dan filling dengan probabilitas sebesar 53,4%. Sementara itu, pada Ira Silver, probabilitas terbesar terdapat pada kegiatan peleburan yang dikerjakan divisi pengolahan bahan baku dengan nilai sebesar 41,78%. Pada Sansans Silver Craft ditemukan 6 kesalahan produk akhir, sedangkan pada Ira Silver ditemukan 10 kesalahan produk akhir.&#13;
&#13;
Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya human error pada kedua UKM tersebut meliputi waktu pengerjaan, tingkat stres, tingkat kesulitan kerja, prosedur pengerjaan, dan faktor ergonomi.
</summary>
<dc:date>2016-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penentuan Kriteria Terpenting dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kain dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analisis Sensitivitas</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62467" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nugraha, Isna</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62467</id>
<updated>2026-05-11T06:31:11Z</updated>
<published>2017-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penentuan Kriteria Terpenting dalam Pemilihan Supplier Bahan Baku Kain dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Analisis Sensitivitas
Nugraha, Isna
Pemilihan supplier merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu usaha atau bisnis. Aktivitas ini menjadi bagian penting dalam proses pengadaan guna mencapai keunggulan bersaing. Brainattack Apparel merupakan perusahaan clothing yang memiliki factory outlet serta sistem penjualan berbasis online dengan konsumen yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan melakukan pemilihan supplier hanya berdasarkan kriteria kualitas, ketersediaan barang, dan harga. Namun, kriteria tersebut belum mampu menjamin keberlangsungan proses produksi (manufacturing sustainability) maupun keberlangsungan lingkungan (environment sustainability). Oleh karena itu, diperlukan model pengambilan keputusan multikriteria yang mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam pemilihan supplier.&#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas kriteria pemilihan supplier. Metode AHP diintegrasikan dengan Analisis Sensitivitas guna mengidentifikasi pengaruh perubahan prioritas kriteria terhadap hasil akhir pemilihan supplier. Penelitian menggunakan 13 kriteria dan 46 subkriteria dalam proses evaluasi supplier.&#13;
&#13;
Hasil perhitungan AHP menunjukkan bahwa kriteria terpenting dalam pemilihan supplier secara berturut-turut adalah kualitas (0,20234), hak-hak karyawan (0,13977), keselamatan dan kesehatan kerja (0,13200), pengiriman dan pelayanan (0,09482), produk ramah lingkungan (0,08203), biaya (0,06917), perancangan ramah lingkungan (0,06823), fleksibilitas (0,05189), kegiatan pendukung (0,04899), penyimpanan ramah lingkungan (0,03415), lingkungan (0,03124), transportasi ramah lingkungan (0,02270), dan teknologi ramah lingkungan (0,02267). Berdasarkan analisis sensitivitas, kriteria yang paling berpengaruh terhadap pemilihan supplier adalah kualitas, hak-hak karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja, pengiriman dan pelayanan, produk ramah lingkungan, perancangan ramah lingkungan, biaya, kegiatan pendukung, dan fleksibilitas.&#13;
&#13;
Prioritas alternatif keputusan pemilihan supplier menunjukkan bahwa Supplier A memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,367168, diikuti Supplier D sebesar 0,303305, Supplier C sebesar 0,178574, dan Supplier B sebesar 0,150953.
</summary>
<dc:date>2017-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Perubahan Fatwa Hukum dalam Pandangan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/36806" rel="alternate"/>
<author>
<name>Roy Purwanto, Muhammad</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/36806</id>
<updated>2022-03-28T07:24:57Z</updated>
<published>2017-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perubahan Fatwa Hukum dalam Pandangan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah
Roy Purwanto, Muhammad
Buku yang ada di tangan pembaca ini berisikan tentang konsep&#13;
perubahan fatwa menurut Ibn Qayyim al-Jauziyah. Idea dasar perubahan fatwa&#13;
dibangun oleh adanya dialektik antara prinsip umum syari’ah dan tujuannya&#13;
yang berlaku secara terus menerus dan universal, dengan realitas persoalan&#13;
sebagai konsekwensi dari tuntutan sosial yang beragam dan senantiasa&#13;
mengalami perubahan. Sintesa dari keduanya dirumuskan Ibn Qayyim dalam&#13;
suatu kaidah “fatwa dapat berubah karena perubahan zaman, tempat, niat dan&#13;
adat.” Konsep perubahan yang dirumuskan Ibn Qayyim sebagai konsekwensi&#13;
dari perbedaan tempat, perbedaan zaman, niat dan adat dilakukan semata-mata&#13;
untuk mewujudkan tujuan hukum yang bersifat universal dan abadi.
kerangka metodologi yang dikembangkan Ibn Qayyim dapat&#13;
dibedakan menjadi dua, yaitu metode yang dikembangkan untuk memahami&#13;
konteks dan metode yang dikembangkan untuk memahami teks dan aplikasinya.&#13;
Terkait dengan pemahaman konteks Ibn Qayyim tidak banyak mengemukakan&#13;
metodologi selain teori pembuktian, qarinah dan syawahidul hal. Tetapi secara&#13;
tersirat pendekatan yang digunakan menuntut dikembangkannya pendekatanpendekatan&#13;
scientifi c.
</summary>
<dc:date>2017-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pemikiran Imam Al-Syafi'i dalam Kitab Al-Risalah tentang Qiyas dan Perkembangannya dalam Ushul Fiqh</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/36805" rel="alternate"/>
<author>
<name>Roy Purwanto, Muhammad</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/36805</id>
<updated>2022-03-28T07:17:20Z</updated>
<published>2017-06-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pemikiran Imam Al-Syafi'i dalam Kitab Al-Risalah tentang Qiyas dan Perkembangannya dalam Ushul Fiqh
Roy Purwanto, Muhammad
Buku ini dimaksudkan untuk menjelaskan tentang isi kitab al-Syafi’i,&#13;
yaitu al-Risalah dan teori qiyas yang dibahasnya secara panjang lebar. Al-&#13;
Risalah adalah buku ushul fiqh pertama kali yang secara sistematis membahas&#13;
tentang tatacara penemuan fiqh. Al-Syafi’i sebagai penulis al-Risalah, telah&#13;
memunculkan dan mensistematisasikan beberapa teori hukum Islam, seperti&#13;
sillogisme (qiyâs), bayân, nasikh mansukh, preferensi juristic (istihsân),&#13;
anggapan berlakunya kontinuitas (istishhâb), dan kaidah interpretasi serta&#13;
deduksi.
Pembahasan tentang qiyas dalam kitab al-Risalah ini menimbulkan pro&#13;
dan kontra oleh para ulama. Pertama, ulama yang pro terhadap teori qiyas al-&#13;
Syafi’i, karena dengan adanya qiyas, maka penggunaan akal murni yang liberal&#13;
dalam menemukan hukum menjadi terbatasi. Akal harus tunduk pada nash al-&#13;
Qur’an dan al-Sunnah. Kedua, pendapat yang mengatakan bahwa qiyas menjadi&#13;
suatu teori penalaran yang ketat, baku, dan kaku, sehingga sudah tidak menjadi&#13;
penalaran hukum yang bebas dan aktual, melainkan menjadi penalaran hukum&#13;
yang “tunduk” di bawah bayang-bayang teks-teks agama, yakni al-Qur’an, al-&#13;
Sunnah, dan ijma. Pembakuan qiyas oleh al-Syâfi’i ini, menjadikan konsep&#13;
qiyas sebagai penalaran hukum yang tidak independen lagi, sempit, dan stagnan,&#13;
karena kesimpulannya “harus” sesuai dengan premis mayornya yang diambil&#13;
dari teks-teks suci.
</summary>
<dc:date>2017-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
