<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Law</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29</id>
<updated>2026-05-14T23:44:31Z</updated>
<dc:date>2026-05-14T23:44:31Z</dc:date>
<entry>
<title>Perlindungan Hukum Toko Boxandtale yang dirugikan Atas Sistem Seleksi Iklan Produk Oleh PT Tokopedia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62396" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fauzi, Muhammad Rizki</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62396</id>
<updated>2026-05-11T02:55:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Perlindungan Hukum Toko Boxandtale yang dirugikan Atas Sistem Seleksi Iklan Produk Oleh PT Tokopedia
Fauzi, Muhammad Rizki
Penelitian ini menganalisis tindakan PT Tokopedia dalam melakukan seleksi dan&#13;
penutupan iklan produk milik toko Boxandtale yang dilakukan secara sepihak serta&#13;
menilai apakah tindakan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai wanprestasi atau&#13;
perbuatan melawan hukum (PMH). Dengan menggunakan metode penelitian&#13;
yuridis normatif melalui pendekatan Perundang-Undangan dan kasus, penelitian ini&#13;
mengacu pada KUHPerdata, UU Perlindungan Konsumen, UU ITE, serta Peraturan&#13;
Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa&#13;
tindakan Tokopedia memenuhi unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana&#13;
Pasal 1365 KUHPerdata karena dilakukan tanpa klarifikasi yang adil dan&#13;
menimbulkan kerugian ekonomi serta reputasi bagi pihak Boxandtale. PT&#13;
Tokopedia sebagai penyelenggara sistem elektronik dinilai lalai dalam menerapkan&#13;
prinsip itikad baik dan keadilan prosedural, sehingga penelitian ini menekankan&#13;
perlunya reformasi kebijakan internal e-commerce guna mewujudkan perlindungan&#13;
hukum yang seimbang bagi pelaku usaha di era perdagangan digital.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Penafsiran Hukum Terhadap Tindak Pidana Kesusilaan Pasal 281 KUHP (Studi Putusan Pengadilan)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62364" rel="alternate"/>
<author>
<name>Devano, Viona Fransiska</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62364</id>
<updated>2026-05-11T01:43:44Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Penafsiran Hukum Terhadap Tindak Pidana Kesusilaan Pasal 281 KUHP (Studi Putusan Pengadilan)
Devano, Viona Fransiska
Dasar penelitian ini muncul dari variasi penafsiran hukum di beberapa putusan pengadilan,&#13;
yang mengungkap adanya ketidakkonsistenan dalam mendefinisikan batas antara ruang&#13;
privat, ruang publik, dan dampak sosial dari tindakan yang dianggap tidak pantas.Tujuan&#13;
penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana hakim menafsirkan&#13;
unsur-unsur dalam Pasal 281 KUHP melalui analisis komparatif terhadap lima putusan&#13;
pengadilan, serta untuk menemukan pola pertimbangan hukum yang dapat menjadi acuan&#13;
dalam penerapan pasal tersebut di masa mendatang. Penelitian ini adalah penelitian yuridis&#13;
normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus (case approach)&#13;
menggunakan data sekunder berupa bahan hukum yang dikumpulkan dengan studi&#13;
dokumen dan studi pustaka serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian&#13;
اdipahami اhanya اtidak اKUHP ا281 اPasal اdalam ا“terbuka “اunsur اbahwa اmenunjukkan&#13;
sebagai perbuatan yang dilakukan di tempat umum, tetapi juga mencakup setiap tindakan&#13;
yang menimbulkan akibat sosial dan dapat diketahui masyarakat, selain itu hasil penelitian&#13;
اnilaiاberdasarkanاdinamisاsecaraاdimaknaiا“kesusilaanاmelanggar“اunsurاmenunjukanاjuga&#13;
moral, norma sosial, serta konteks institusional, seperti ketika pelaku berasal dari&#13;
lingkungan militer. Penelitian ini menegaskan perlunya pedoman interpretasi yang lebih&#13;
jelas agar penerapan Pasal 281 KUHP menjadi konsisten dan memberikan kepastian&#13;
hukum.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Kedudukan Saksi Tidak Langsung Sebagai Alat Bukti Dalam Perkara Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Studi Putusan No. 40/Pid.Sus/2022/PN Mgl)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62350" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tandriansyah, Iqbal</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62350</id>
<updated>2026-05-09T08:02:23Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Kedudukan Saksi Tidak Langsung Sebagai Alat Bukti Dalam Perkara Kekerasan Seksual Terhadap Anak (Studi Putusan No. 40/Pid.Sus/2022/PN Mgl)
Tandriansyah, Iqbal
Penelitian ini berjudul Kedudukan Saksi Tidak Langsung sebagai Alat Bukti&#13;
dalam Perkara Kekerasan Seksual terhadap Anak (Studi Putusan No.&#13;
40/Pid.Sus/2022/PN Mgl) yang bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum&#13;
majelis hakim dalam menjatuhkan putusan serta menilai kesesuaiannya dengan&#13;
asas in dubio pro reo. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan&#13;
pendekatan studi kasus terhadap Putusan Pengadilan Negeri Menggala Nomor&#13;
40/Pid.Sus/2022/PN Mgl. Hasil analisis menunjukkan bahwa majelis hakim&#13;
membentuk keyakinan hukum berdasarkan sinergi beberapa alat bukti, yaitu&#13;
keterangan korban yang konsisten, hasil visum et repertum, keterangan ahli&#13;
psikolog, serta keterangan saksi tidak langsung yang saling bersesuaian dan&#13;
memperkuat kronologi peristiwa. Majelis hakim menyatakan unsur tindak pidana&#13;
sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (1) jo. Pasal 76D Undang-Undang&#13;
Nomor 17 Tahun 2016 telah terpenuhi dan menjatuhkan pidana penjara selama 8&#13;
tahun 6 bulan beserta denda. Berdasarkan terpenuhinya sekurang-kurangnya dua&#13;
alat bukti yang sah dan pertimbangan hakim yang rasional (conviction raisonnée),&#13;
putusan tersebut tidak bertentangan dengan asas in dubio pro reo. Dengan&#13;
demikian, saksi tidak langsung dapat berperan sebagai alat bukti yang relevan&#13;
dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak sepanjang keterangannya&#13;
konsisten dan didukung oleh bukti medis serta keterangan ahli.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Legal Consequences of Side Streaming in Mudharabah Financing in KSPPS BMT Prima Insani</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62294" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hikmat, Arbiyan Saeful</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62294</id>
<updated>2026-05-09T04:14:30Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Legal Consequences of Side Streaming in Mudharabah Financing in KSPPS BMT Prima Insani
Hikmat, Arbiyan Saeful
This thesis was conducted to analyze the legal consequences of side streaming&#13;
practices carried out by Mudharib in mudharabah financing at KSPPS BMT Prima&#13;
Insani. KSPPS BMT Prima Insani is an Islamic financial institution that aims to help&#13;
members and the community, especially the lower middle class, by providing facilities&#13;
such as financing. One of the financing facilities provided by KSPPS BMT Prima&#13;
Insani is mudharabah financing. In practice, mudharabah financing faces several&#13;
obstacles in its implementation. One of these obstacles is side streaming. Side&#13;
streaming as one of risks that occur in Mudharabah Financing iis one of the obstacles&#13;
in the implementation of mudharabah financing, where the capital provided by the&#13;
Shahibul Maal is used by the Mudharib for his own purposes. In this case, the mudharib&#13;
has violated the terms of the contract and faces several legal consequences. This&#13;
research was normative research by conducting literature studies through collecting&#13;
articles, documents, and news. The data was analysed by qualitative method by&#13;
describing the data from journal, law, and experts’ opinion. This research was also&#13;
supported by secondary data such as interviews. This study analyses two problem&#13;
formulations, namely legal consequences of side streaming by Mudharib in&#13;
mudharabah financing in KSPPS BMT Prima Insani and legal actions by Shahibul&#13;
Maal to overcome side side streaming in KSPPS BMT Prima Insani. The result shows&#13;
there are legal consequences of side streaming which are divided into three aspects,&#13;
namely according to Indonesian Civil Law, according o sharia law, and in terms of&#13;
collateral. Therefore, the author provides solutions by analyzing the legal actions to&#13;
Shahibul Maal to overcome side streaming in mudharabah financing based on&#13;
regulations and other data.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
