<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Faculty of Law</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/29" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/29</id>
<updated>2026-04-21T12:04:20Z</updated>
<dc:date>2026-04-21T12:04:20Z</dc:date>
<entry>
<title>A Comparative Study Between Indonesian Bankruptcy Law And The United States Bankruptcy Law Regarding Good Faith In Fraudulent Conveyance (Actio Pauliana)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61708" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nizamie, Ghita Yasmine</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61708</id>
<updated>2026-04-17T06:39:06Z</updated>
<published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">A Comparative Study Between Indonesian Bankruptcy Law And The United States Bankruptcy Law Regarding Good Faith In Fraudulent Conveyance (Actio Pauliana)
Nizamie, Ghita Yasmine
</summary>
<dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Implementasi Surat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 593/4811 Perihal Pengendalian Permohonan Hak Atas Tanah Negara yang dikuasai Pemda DIY di Kota Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61413" rel="alternate"/>
<author>
<name>Larasati, Iftita Laela</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61413</id>
<updated>2026-04-11T07:59:43Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Implementasi Surat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 593/4811 Perihal Pengendalian Permohonan Hak Atas Tanah Negara yang dikuasai Pemda DIY di Kota Yogyakarta
Larasati, Iftita Laela
Penelitian ini berfokus pada implementasi Surat Gubernur Daerah Istimewa&#13;
Yogyakarta Nomor 593/4811 tentang Pengendalian Permohonan Hak Atas Tanah&#13;
Negara yang Dikuasai Pemda DIY serta faktor-faktor yang menghambat proses&#13;
perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) yang telah habis jangka waktunya. Surat&#13;
Gubernur tersebut membawa implikasi signifikan terhadap mekanisme pelayanan&#13;
pertanahan karena setiap permohonan perpanjangan HGB yang terindikasi berasal dari&#13;
tanah Kasultanan maupun Kadipaten wajib memperoleh rekomendasi Gubernur&#13;
sebelum diproses lebih lanjut oleh Kantor Pertanahan. Penelitian ini menggunakan&#13;
metode yuridis normatif dengan dukungan data empiris di Kantor Pertanahan Kota&#13;
Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Surat Gubernur&#13;
593/4811 masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain lambatnya proses&#13;
penelusuran asal-usul tanah, keharusan koordinasi dengan Panitikismo yang&#13;
memerlukan waktu tambahan, belum optimalnya penyesuaian terhadap regulasi baru,&#13;
serta minimnya sosialisasi kepada masyarakat yang mengakibatkan ketidakpastian&#13;
prosedural. Faktor-faktor tersebut menimbulkan beban administratif bagi pemohon dan&#13;
berdampak pada tidak tercapainya standar pelayanan publik secara optimal dalam&#13;
penyelesaian perpanjangan HGB di Kota Yogyakarta. Dengan demikian, dapat&#13;
disimpulkan bahwa meskipun ketentuan dalam Surat Gubernur telah menjadi pedoman&#13;
dalam pengendalian permohonan hak atas tanah, implementasinya di lapangan masih&#13;
menghadapi kendala yang menghambat efektivitas pelayanan pertanahan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Upaya Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dalam melakukan Pembinaan Terhadap Residivis Anak Pelaku Tindak Pidana di Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61410" rel="alternate"/>
<author>
<name>Firmansyah, Arviandi Hafidz</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61410</id>
<updated>2026-04-11T07:45:02Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Upaya Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dalam melakukan Pembinaan Terhadap Residivis Anak Pelaku Tindak Pidana di Yogyakarta
Firmansyah, Arviandi Hafidz
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pembinaan dan hambatan dalam&#13;
pembinaan residivis anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II&#13;
Yogyakarta. Menggunakan pendekatan hukum empiris berpadu dengan metode&#13;
sosiologis, penelitian mengaitkan norma hukum dengan observasi lapangan melalui&#13;
wawancara langsung bersama petugas Pembina Sosial dan residivis anak di LPKA.&#13;
Data diperoleh secara primer dari wawancara mendalam serta sekunder melalui&#13;
kajian pustaka terhadap literatur, jurnal, makalah, dan peraturan perundang‐undangan&#13;
terkait. Seluruh data dianalisis secara kualitatif untuk mengungkap struktur, proses,&#13;
dan kendala pembinaan residivis anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPKA&#13;
Kelas II Yogyakarta telah menerapkan berbagai program pembinaan seperti&#13;
pendidikan formal dan non-formal, pelatihan keterampilan, layanan konseling, serta&#13;
program reintegrasi sosial. Namun, pembinaan terhadap residivis anak masih&#13;
menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya&#13;
tenaga profesional, kendala pembiayaan, serta stigma negatif dari masyarakat dan&#13;
kurangnya peran keluarga. Untuk mengatasi hambatan tersebut, LPKA melakukan&#13;
pendekatan terpadu melalui kerja sama lintas sektor guna memastikan keberlanjutan&#13;
pembinaan dan mencegah residivisme. Temuan ini menunjukkan pentingnya&#13;
penguatan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis pada pendekatan&#13;
rehabilitatif dan reintegratif yang lebih komprehensi.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Jual Beli Harta Pusaka Oleh Pemangku Adat di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61409" rel="alternate"/>
<author>
<name>S, Sukron Ramadhan</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61409</id>
<updated>2026-04-11T07:41:03Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Jual Beli Harta Pusaka Oleh Pemangku Adat di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat
S, Sukron Ramadhan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan&#13;
praktik jual beli tanah pusaka tinggi pada masyarakat hukum adat Minangkabau di&#13;
Kecamatan Baso dan penyelesaian sengketa praktik jual beli tanah pusaka yang&#13;
dilakukan oleh penghulu adat pada masyarakat hukum adat Minangkabau di&#13;
Kecamatan Baso. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum sosiologis.&#13;
Objek penelitian ini adalah tanah ulayat yang menjadi harta benda yang masuk ke&#13;
&#13;
dalam harta pusaka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-&#13;
undangan, pendekatan sosiologis, dan pendekatan kasus. Teknik pengumpulan data&#13;
&#13;
dengan cara wawancara, studi dokumen dan pustaka. Analisis data yang digunakan&#13;
dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan&#13;
bahwa terdapat penyebab praktik jual lepas tanah pusaka tinggi dikarenakan&#13;
perkembangan ekonomi, melemahnya institusi-institusi adat yang seharusnya&#13;
menjadi penjaga bagi kelestarian Tanah Pusaka Tinggi, serta faktor adanya hukum&#13;
agraria nasional. Penyelesaian sengketa tanah pusaka tinggi secara sepihak oleh&#13;
penghulu di Nagari Simarasok dilakukan dengan menempuh jalur hukum adat&#13;
terlebih dahulu dengan prinsip musyawarah untuk mufakat, dimulai dari tingkat&#13;
kaum atau paruik dilanjutkan pada tingkat suku atau kampung (nagari). Ketika&#13;
mekanisme adat dianggap gagal atau tidak memuaskan salah satu pihak (anggota&#13;
kaum yang dirugikan), maka jalan alternatif yang ditempuh adalah mengajukan&#13;
gugatan ke pengadilan negeri.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
