<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Economics</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/28" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/28</id>
<updated>2026-07-07T12:16:30Z</updated>
<dc:date>2026-07-07T12:16:30Z</dc:date>
<entry>
<title>Peran Konsumsi Energi Terbarukan Dalam Menekan Emisi Karbondioksida (CO2) Di Tengah Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Negara Anggota G20</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/64037" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nugraha, Teguh</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/64037</id>
<updated>2026-07-04T04:22:31Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peran Konsumsi Energi Terbarukan Dalam Menekan Emisi Karbondioksida (CO2) Di Tengah Pertumbuhan Ekonomi: Studi Kasus Negara Anggota G20
Nugraha, Teguh
Penelitian ini menganalisis determinan emisi karbondioksida (CO2) di negara-negara&#13;
G20 melalui integrasi model STIRPAT. Studi ini menguji validitas hipotesis&#13;
Environmental Kuznets Curve (EKC) serta mengevaluasi dampak bauran energi dan&#13;
dinamika demografi terhadap degradasi ekologi. Analisis dilakukan menggunakan&#13;
metode regresi data panel untuk menghasilkan estimasi yang robust. Hasil penelitian&#13;
menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi (GDP per kapita dan kuadratnya) tidak&#13;
berpengaruh signifikan, yang mengonfirmasi bahwa fenomena EKC tidak teramati di&#13;
wilayah G20. Secara parsial, konsumsi energi terbarukan terbukti secara signifikan&#13;
mampu memitigasi emisi. Sebaliknya, ketergantungan pada emergi fosil serta akselerasi&#13;
urbanisasi menjadi determinan utama yang meningkatkan plousi karbon secara&#13;
signifikan. Sementara itu, variabel keterbukaan perdagangan dan luas kawasan hutan&#13;
tidak menunjukan pengaruh yang berarti dalam model ini. Temuan ini&#13;
mengimplikasikan bahwa peningkatan pendapatan nasional buka merupakan solusi&#13;
otomatis bagi perbaikan lingkungan. Negara-negara G20 memerlukan transformasi&#13;
kebijakan yang berfokus pada percepatan transisi energi bersih serta desain tata ruang&#13;
kota yang berkelanjutan guna mengendalikan jejak karbon urban secara efektif.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pengaruh Dana Keistimewaan Terhadap Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63928" rel="alternate"/>
<author>
<name>Salsabila, Davina</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63928</id>
<updated>2026-07-01T07:46:12Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengaruh Dana Keistimewaan Terhadap Kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Salsabila, Davina
Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di Daerah&#13;
Istimewa Yogyakarta. Meskipun berstatus sebagai daerah istimewa dan memperoleh&#13;
alokasi Dana Keistimewaan, permasalahan kesejahteraan masyarakat, khususnya tingkat&#13;
kemiskinan, tetap memerlukan perhatian yang serius. Dana Keistimewaan diharapkan&#13;
mampu memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendorong penurunan angka&#13;
kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Dana Keistimewaan&#13;
(DAIS), dana transfer pemerintah pusat yang meliputi Dana Alokasi Umum (DAU),&#13;
Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH), serta variabel ekonomi&#13;
lainnya seperti investasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran terbuka&#13;
(TPT) terhadap tingkat kemiskinan di lima kabupaten/kota di DIY selama periode 2017–&#13;
2024. Data yang digunakan berupa data panel dengan lima unit cross-section dan delapan&#13;
periode waktu pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan&#13;
pendekatan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow. Hasil&#13;
estimasi menunjukkan bahwa Dana Keistimewaan (DAIS) dan Dana Alokasi Khusus&#13;
(DAK) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Artinya,&#13;
peningkatan kedua jenis dana tersebut cenderung diikuti oleh penurunan angka&#13;
kemiskinan. Sebaliknya, Dana Alokasi Umum (DAU) dan pertumbuhan ekonomi&#13;
memiliki arah pengaruh negatif, namun tidak signifikan secara statistik. Sementara itu,&#13;
Dana Bagi Hasil (DBH) dan investasi justru berpengaruh positif dan signifikan terhadap&#13;
kemiskinan, sedangkan TPT berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini&#13;
menunjukkan bahwa instrumen fiskal daerah, khususnya Dana Keistimewaan dan DAK,&#13;
relatif lebih efektif dalam menekan kemiskinan dibandingkan variabel ekonomi makro&#13;
lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu terus mengoptimalkan pemanfaatan&#13;
Dana Keistimewaan dan DAK agar lebih tepat sasaran. Selain itu, evaluasi terhadap&#13;
pengelolaan DBH serta arah investasi juga diperlukan agar kebijakan yang diambil lebih&#13;
inklusif dan benar-benar mendukung pengurangan kemiskinan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Potensi Sektor Ekonomi di Kota Depok Periode 2015-2024</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63821" rel="alternate"/>
<author>
<name>Hafiez, Muhammad Fawwazine</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63821</id>
<updated>2026-06-30T01:43:07Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Potensi Sektor Ekonomi di Kota Depok Periode 2015-2024
Hafiez, Muhammad Fawwazine
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan dan menganalisis&#13;
struktur ekonomi Kota Depok periode 2015-2024. Penelitian menggunakan data&#13;
PDRB atas dasar harga konstan dengan metode Location Quotient (LQ), Shift-Share, dan&#13;
Tipologi Klassen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perekonomian Kota Depok&#13;
didominasi oleh sektor jasa dan kegiatan berbasis perkotaan. Beberapa sektor&#13;
tergolong sebagai sektor basis dan memiliki daya saing yang baik, serta berada pada&#13;
kategori sektor prima dan berkembang. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan&#13;
sektor unggulan serta pengembangan sektor potensial sebagai dasar perumusan&#13;
kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peluang Penggunaan Mobile Banking dalam Pola Pengeluaran Mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63795" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fadillah, Auliani Nurul</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63795</id>
<updated>2026-06-29T03:26:30Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peluang Penggunaan Mobile Banking dalam Pola Pengeluaran Mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta
Fadillah, Auliani Nurul
Kemajuan teknologi informasi yang cepat sangat membantu dalam meningkatkan&#13;
efisiensi dan kenyamanan dalam proses transaksi bagi seluruh penggunanya. Mobile&#13;
banking adalah fasilitas layanan yang dapat memberikan kemudahaan akses serta&#13;
kecepatan dalam memperoleh informasi terbaru dan dapat melakukan transaksi secara&#13;
langsung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peluang penggunaan mobile&#13;
banking dalam pola pengeluaran mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini&#13;
menggunakan analisis model peluang linear dan menggunakan data primer yang berupa&#13;
kuisioner berbentuk pertanyaan seputar penggunaan mobile banking yang diolah&#13;
menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan, jumlah&#13;
keperluan transaksi, dan jumlah aplikasi yang dimiliki berpengaruh signifikan terhadap&#13;
peluang penggunaan mobile banking dalam pola pengeluaran mahasiswa di Daerah&#13;
Istimewa Yogyakarta. Sedangkan besaran transaksi tidak berpengaruh secara signifikan&#13;
terhadap peluang penggunaan mobile banking dalam pola pengeluaran mahasiswa di&#13;
Daerah Istimewa Yogyakarta.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
