<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Thesis</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/20" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/20</id>
<updated>2026-09-28T17:19:51Z</updated>
<dc:date>2026-09-28T17:19:51Z</dc:date>
<entry>
<title>Eksplorasi Peptida Antidiabetes dari Limbah Bulu Ayam (Gallus gallus domesticus L.) Hasil Hidrolisis Alcalase–Neutrase Melalui Analisis In Silico dan In Vitro</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/67154" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sabrina, Nadia</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/67154</id>
<updated>2026-09-12T08:53:38Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Eksplorasi Peptida Antidiabetes dari Limbah Bulu Ayam (Gallus gallus domesticus L.) Hasil Hidrolisis Alcalase–Neutrase Melalui Analisis In Silico dan In Vitro
Sabrina, Nadia
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang&#13;
prevalensinya terus meningkat, sehingga diperlukan pengembangan sumber bahan&#13;
alam sebagai kandidat agen antidiabetes. Peptida bioaktif hasil hidrolisis protein&#13;
berpotensi menghambat enzim dipeptidyl peptidase-IV (DPP-IV) yang berperan&#13;
dalam regulasi kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi&#13;
potensi limbah bulu ayam sebagai sumber peptida bioaktif inhibitor DPP-IV&#13;
melalui pendekatan in silico dan in vitro. Protein bulu ayam (EPBA) diekstraksi&#13;
menggunakan metode alkali, kemudian dihidrolisis menggunakan kombinasi enzim&#13;
Alcalase dan Neutrase dengan variasi waktu hidrolisis 2, 3, dan 4 jam. Derajat&#13;
hidrolisis (DH) ditentukan menggunakan metode TCA, sedangkan profil ukuran&#13;
peptida dianalisis menggunakan SDS-PAGE. Screening awal proteolisis secara&#13;
virtual dilakukan menggunakan BIOPEP-UWMTM, sedangkan identifikasi peptida&#13;
pada hidrolisat terpilih dilakukan menggunakan LC-HRMS/MS dengan pendekatan&#13;
de novo sequencing. Potensi bioaktivitas peptida dianalisis menggunakan&#13;
PeptideRanker dan prediktor terkait, kemudian aktivitas penghambatan DPP-IV&#13;
hidrolisat diuji secara in vitro. Ekstraksi alkali menghasilkan rendemen EPBA&#13;
sebesar 18,4924% dan analisis HPLC-FLD mengidentifikasi 17 jenis asam amino.&#13;
HEPBA 3 jam menunjukkan DH tertinggi sebesar 57,4% dengan profil peptida&#13;
berukuran dominan &lt;5 kDa. Screening virtual menghasilkan sembilan fragmen&#13;
peptida yang diprediksi memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk inhibitor&#13;
DPP-IV. Analisis LC-HRMS/MS pada HEPBA 3 jam mengidentifikasi 3.414&#13;
peptida dengan tingkat kepercayaan tinggi (High Confidence). Screening&#13;
bioinformatika menghasilkan empat kandidat utama inhibitor DPP-IV, yaitu&#13;
LEGEENRI, TIPGPIL, PLDPNYLPP, dan LEGEESRI. HEPBA 3 jam&#13;
menunjukkan penghambatan DPP-IV sebesar 64,43 ± 0,05% pada konsentrasi 62,3&#13;
ppm, dengan nilai IC50 sebesar 49,4 ppm (0,0494 mg/mL). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa limbah bulu ayam berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber&#13;
peptida bioaktif dengan aktivitas penghambatan DPP-IV.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Afghan Girls’ Right to Education Under Taliban Rule (2021–2025): A Legal Analysis Under International Human Rights Law</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/67138" rel="alternate"/>
<author>
<name>Ahmadi, Deba</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/67138</id>
<updated>2026-09-12T08:32:32Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Afghan Girls’ Right to Education Under Taliban Rule (2021–2025): A Legal Analysis Under International Human Rights Law
Ahmadi, Deba
The right to education is universally recognized as a fundamental human right and&#13;
a central element of human dignity, equality, and social development. Article 26 of&#13;
the United Nations Universal Declaration of Human Rights affirms that education&#13;
shall aim at the full development of the human personality and the strengthening of&#13;
respect for human rights and fundamental freedoms. Education therefore functions&#13;
not only as an individual entitlement but also as an enabling right that facilitates the&#13;
realization of other human rights, promotes gender equality, and supports&#13;
sustainable development.&#13;
Since the Taliban’s return to power on 15 August 2021, Afghanistan has&#13;
experienced severe restrictions on access to education, particularly for girls at the&#13;
secondary and higher levels. Although the Taliban are not formally recognized as&#13;
the de jure government of Afghanistan, they function as a de facto authority&#13;
exercising effective territorial control over the territory and population. This raises&#13;
significant legal questions regarding the continuity of Afghanistan’s international&#13;
human rights obligations despite changes in governing authority.&#13;
This research examines whether the restrictions imposed under Taliban rule are&#13;
compatible with Afghanistan’s obligations under international human rights law.&#13;
The study adopts a normative legal research method, analysing key international&#13;
instruments including the International Covenant on Economic, Social and Cultural&#13;
Rights, the Convention on the Rights of the Child, and the International Covenant&#13;
on Civil and Political Rights, together with relevant General Comments and United&#13;
Nations reports.&#13;
The study finds that the prohibition of girls’ education violates fundamental&#13;
principles of non-discrimination and equality, as well as the obligation to respect,&#13;
protect, and fulfil the right to education. It further argues that de facto authorities&#13;
exercising effective control over a population remain bound by the state’s&#13;
international human rights obligations. The research concludes that the Taliban’s&#13;
restrictions on girls’ education are inconsistent with Afghanistan’s treaty&#13;
commitments and recommends strengthened international monitoring and&#13;
accountability mechanisms to safeguard the right to education for Afghan girls and&#13;
women.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Prioritas Pemeliharaan Bangunan Berdasarkan Tingkat Layanan Menurut Sudut Pandang Pengguna</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/67128" rel="alternate"/>
<author>
<name>Fadlila, Muhammad Rizky</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/67128</id>
<updated>2026-09-12T08:14:26Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Prioritas Pemeliharaan Bangunan Berdasarkan Tingkat Layanan Menurut Sudut Pandang Pengguna
Fadlila, Muhammad Rizky
Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta yang telah berusia lebih dari 25 tahun&#13;
berfungsi sebagai pusat berbagai aktivitas di lingkungan universitas. Pemeliharaan bangunan&#13;
dilakukan untuk memastikan agar tingkat pelayanan bangunan tetap berada dalam kondisi yang baik.&#13;
Tingkat pelayanan bangunan dievaluasi berdasarkan empat kriteria, yaitu keselamatan, kesehatan&#13;
pengguna, kenyamanan, dan kemudahan. Setiap kriteria memiliki tiga subkriteria sebagai&#13;
pendalaman setiap kriteria. Keterbatasan biaya pemeliharaan menyebabkan pemeliharaan tidak bisa&#13;
dilakukan secara bersamaan.&#13;
Penentuan tingkat kepentingan kriteria diambil untuk mendapatkan urutan bagian mana yang&#13;
perlu dilakukan pemeliharaan segera agar tingkat layanan gedung rektorat dalam keadaan baik.&#13;
Penilaian kepentingan terhadap masing-masing kriteria dan subkrtieria diperoleh dari sudut pandang&#13;
pengguna bangunan melalui penyebaran kuesioner. Responden pada penelitian kali ini adalah&#13;
responden yang paham terkait pemeliharaan bangunan dan tingkat pelayanan bangunan, agar hasil&#13;
penilaian dapat digunakan dan konsisten. Data penilaian dianalisis menggunakan metode Analytical&#13;
Hierarchy Process (AHP) menggunakan perbandingan berpasangan antar kriteria dan subkriteria&#13;
untuk menentukan tingkat kepentingan relatif masing-masing kriteria dan subkriteria.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kesehatan pengguna memiliki prioritas&#13;
kepentingan tertinggi dengan bobot prioritas sebesar (0,333), diikuti oleh kriteria kenyamanan&#13;
(0,297), selanjutkan kriteria keselamatan (0,242), dan urutan terakhir kriteria kemudahan (0,128).&#13;
Masing-masing nilai bobot prioritas perlu dilakukan pengecekan konsistensi agar nilai dapat&#13;
digunakan dengan syarat nilai Consistency Ratio (CR) dibawah 10% atau CR &lt; 0,1.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Teknologi Elektrokoagulasi Menggunakan Anoda Mg untuk Struvite Recovery dari Air Limbah Domestik</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/67095" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zuriatni, Yulisya</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/67095</id>
<updated>2026-09-12T06:12:40Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Teknologi Elektrokoagulasi Menggunakan Anoda Mg untuk Struvite Recovery dari Air Limbah Domestik
Zuriatni, Yulisya
Air limbah domestik mengandung nitrogen dan fosfor yang berpotensi&#13;
menyebabkan eutrofikasi apabila dibuang tanpa pengolahan, tetapi juga dapat&#13;
dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrien untuk pupuk. Penelitian ini bertujuan&#13;
mengevaluasi pengaruh pH dan kuat arus pada proses elektrokoagulasi&#13;
menggunakan anoda magnesium terhadap penyisihan amonium dan fosfat serta&#13;
pembentukan struvite dari air limbah domestik. Penelitian dilakukan menggunakan&#13;
reaktor tubular continuous flow dengan anoda Mg silinder dan katoda Multi Rods&#13;
Helical System (MRHS). Variasi operasi meliputi pH 7, 8, dan 9 serta kuat arus 3,&#13;
5, dan 10 A. Parameter yang dianalisis meliputi konsentrasi amonium, fosfat, pH,&#13;
serta karakteristik endapan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning&#13;
Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDX), dan&#13;
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa kondisi optimum diperoleh pada pH 8 dan arus 5 A, dengan efisiensi&#13;
penyisihan fosfat sebesar 91,27% dan penyisihan amonium sebesar 69,50%.&#13;
Peningkatan arus hingga 10 A tidak meningkatkan efisiensi secara signifikan karena&#13;
pembentukan flok magnesium hidroksida yang berlebihan dan aglomerasi partikel.&#13;
Analisis XRD menunjukkan terbentuknya hazenite sebesar 32,4%, struvite sebesar&#13;
24,3%, dan brucite sebesar 9,3% pada pH 8 dan arus 5 A. Hasil FTIR&#13;
mengonfirmasi keberadaan gugus fosfat, amonium, dan air terhidrasi yang khas&#13;
pada struvite. Dengan demikian, elektrokoagulasi berbasis anoda Mg berpotensi&#13;
digunakan untuk pemulihan nutrien dari air limbah domestik menjadi produk pupuk&#13;
mineral bernilai tambah.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
