<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Thesis</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/20" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/20</id>
<updated>2026-07-07T16:27:11Z</updated>
<dc:date>2026-07-07T16:27:11Z</dc:date>
<entry>
<title>Pelatihan Manajemen Diri untuk Menurunkan Nomophobia pada Mahasiswa</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/64176" rel="alternate"/>
<author>
<name>Novitasari, Dian</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/64176</id>
<updated>2026-07-07T06:33:10Z</updated>
<published>2018-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pelatihan Manajemen Diri untuk Menurunkan Nomophobia pada Mahasiswa
Novitasari, Dian
This research aims to figure out how the self-management training can reduce the nomophobia among students in University “X” Yogyakarta. This research used Pretest-Posttest Control Group Design. 22 students have been participated as the respondent in this research aged in the range of 18 to 22 years old and they have been divided into two groups: 11 students as the experimental group and other 11 students as the control group. The measurement in this research used the scale of nomophobia to determine whether the respondents experienced nomophobia either in the medium category or in high category that are the modification from nomophobia questionnaire (NMP-Q) from Yildirim and Correia (2015). The hypothesis test used the analysis of Friedman. The result showed that there was a difference in the level of nomophobia among students before and after given training (p = 0.000 where p &lt; 0.05) to the students in university “X” Yogyakarta. Therefore, it can be concluded that the self- management training can reduce the nomophobia to the students.
</summary>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Identifikasi SNP Terkait Ketahanan Penyakit Bacterial Spot (BS) dan Bacterial Wilt (BW) pada Tanaman Tomat Menggunakan  Analisis GWAS Multi-Lokus</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/64175" rel="alternate"/>
<author>
<name>Afriayni, Sintia</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/64175</id>
<updated>2026-07-07T06:32:04Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Identifikasi SNP Terkait Ketahanan Penyakit Bacterial Spot (BS) dan Bacterial Wilt (BW) pada Tanaman Tomat Menggunakan  Analisis GWAS Multi-Lokus
Afriayni, Sintia
Penyakit bacterial spot (BS) dan bacterial wilt (BW) merupakan kendala utama&#13;
dalam produksi tomat karena dapat menurunkan hasil dan kualitas tanaman secara&#13;
signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penanda molekuler&#13;
berbasis Single Nucleotide Polymorphisms (SNP) yang berasosiasi dengan&#13;
ketahanan tomat terhadap kedua penyakit tersebut serta membandingkan kinerja&#13;
lima model Genome-Wide Association Study (GWAS) multi-lokus. Penelitian&#13;
menggunakan 100 genotipe tomat koleksi PT Ewindo dengan 15.420 penanda SNP&#13;
yang setelah proses penyaringan frekuensi alel minor diperoleh 15.120 penanda&#13;
&#13;
untuk analisis. Analisis asosiasi dilakukan menggunakan lima model GWAS multi-&#13;
lokus, yaitu MLMM, BLINK, FarmCPU, MrMLM, dan ISIS EM-BLASSO.&#13;
&#13;
Hasil analisis menunjukkan bahwa pada penyakit BS teridentifikasi beberapa&#13;
SNP signifikan pada berbagai kromosom, dengan konsentrasi tertinggi pada&#13;
kromosom 11 yang mengindikasikan adanya hotspot genomik terkait ketahanan&#13;
terhadap BS. Dua SNP pada kromosom tersebut, yaitu S11_31536146 dan&#13;
S11_7283270, terdeteksi pada dua isolat BS sehingga berpotensi menjadi lokus&#13;
penting yang berperan dalam ketahanan. Pada penyakit BW, SNP signifikan&#13;
terutama teridentifikasi pada kromosom 7 dan kromosom 12, yang menunjukkan&#13;
potensi peran penting wilayah genom tersebut dalam ketahanan terhadap BW.&#13;
Evaluasi kinerja model menunjukkan bahwa pada trait BS model MLMM dan&#13;
FarmCPU memiliki kalibrasi statistik paling baik, sedangkan pada trait BW model&#13;
BLINK dan MLMM menunjukkan performa paling optimal. Analisis konsistensi&#13;
multi-model mengidentifikasi beberapa SNP kandidat utama, yaitu S11_7283270,&#13;
S1_97365330, dan S5_46922578 untuk BS serta S7_61187868, S8_10611554,&#13;
&#13;
S2_45492547, S_12_29_306, S_6_40_609, dan S8_50362160 untuk BW. SNP-&#13;
SNP tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai penanda molekuler dalam seleksi&#13;
&#13;
berbantuan marker (MAS) untuk pengembangan varietas tomat tahan penyakit.&#13;
Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan populasi yang lebih besar dan&#13;
beragam, menerapkan seleksi fitur penanda sebelum analisis, serta&#13;
mengintegrasikan pendekatan machine learning dan analisis spasial untuk&#13;
meningkatkan akurasi identifikasi SNP terkait ketahanan penyakit.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Innovation Resistance Theory (IRT) terhadap Word of Mouth dan Kesediaan untuk Merekomendasikan, dengan Kesediaan Melanjutkan Penggunaan sebagai Variabel Mediasi pada Pengguna Mobile JKN</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/64163" rel="alternate"/>
<author>
<name>Jatmika, Muhammad Ramadhani</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/64163</id>
<updated>2026-07-07T04:43:01Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Innovation Resistance Theory (IRT) terhadap Word of Mouth dan Kesediaan untuk Merekomendasikan, dengan Kesediaan Melanjutkan Penggunaan sebagai Variabel Mediasi pada Pengguna Mobile JKN
Jatmika, Muhammad Ramadhani
Transformasi digital dalam layanan kesehatan mendorong organisasi publik untuk&#13;
memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi&#13;
pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi tersebut adalah aplikasi Mobile&#13;
JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memudahkan peserta&#13;
Jaminan Kesehatan Nasional dalam mengakses berbagai layanan administrasi&#13;
kesehatan secara digital. Meskipun memiliki potensi manfaat yang besar, tingkat&#13;
pemanfaatan Mobile JKN masih relatif rendah dibandingkan dengan jumlah peserta&#13;
JKN secara keseluruhan, yang menunjukkan adanya resistensi terhadap inovasi di&#13;
kalangan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh&#13;
Innovation Resistance Theory yang meliputi usage barrier, value barrier, dan&#13;
traditional barrier terhadap word of mouth dan intention to recommend dengan&#13;
continuance intention sebagai variabel mediasi pada pengguna Mobile JKN.&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap&#13;
200 responden pengguna Mobile JKN di Indonesia dan dianalisis menggunakan&#13;
metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa usage barrier tidak berpengaruh signifikan&#13;
terhadap continuance intention, sedangkan value barrier dan traditional barrier&#13;
berpengaruh signifikan terhadap continuance intention namun dengan arah&#13;
hubungan yang tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Selain itu, continuance&#13;
intention terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap word of mouth serta&#13;
intention to recommend. Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan&#13;
penggunaan layanan digital memiliki peran penting dalam mendorong terbentuknya&#13;
rekomendasi positif terhadap layanan kesehatan digital.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Quality Evaluation of Gold Nanoparticles Containing Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Extract</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/64131" rel="alternate"/>
<author>
<name>Andari, Yola</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/64131</id>
<updated>2026-07-06T06:24:56Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Quality Evaluation of Gold Nanoparticles Containing Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Extract
Andari, Yola
Background: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) possesses significant&#13;
therapeutic potential but is limited by poor water solubility and instability. Green&#13;
synthesis of Gold Nanoparticles (AuNPs) offers a biocompatible solution to&#13;
enhance these properties. However, determining the quality profile of these&#13;
nanoparticles is essential to ensure their suitability for pharmaceutical use.&#13;
Objective: This study aims to evaluate the quality of AuNPs containing Curcuma&#13;
xanthorrhiza extract (C-AuNPs) by analyzing their physical and physicochemical&#13;
characteristics.&#13;
Method: Curcuma xanthorrhiza extract was prepared by maceration using warm&#13;
distilled water (40°C) and used for AuNP synthesis with Polyvinyl Alcohol (PVA)&#13;
as a stabilizer. The synthesized C-AuNPs were characterized using visual&#13;
observation, UV–Vis spectrophotometry, Particle Size Analyzer (PSA), Scanning&#13;
Electron Microscopy (SEM)–Energy Dispersive Spectroscopy (EDS), and Fourier&#13;
Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).&#13;
Result: The synthesized C-AuNPs showed a color change from slightly yellowish&#13;
to reddish-purple and exhibited Surface Plasmon Resonance (SPR) characteristics&#13;
in UV–Vis analysis. Among the tested formulations, F1 showed better stability,&#13;
with %T values decreasing from 80.2% at week 0 to 76.1% at week 4, while F2 and&#13;
F3 exhibited aggregation during storage. PSA analysis showed particle sizes&#13;
ranging from 107.6–132.8 nm with PDI values below 0.7 and zeta potential values&#13;
ranging from −14.9 mV to −35.4 mV. SEM analysis revealed predominantly&#13;
spherical nanoparticles, while EDS confirmed Au as the dominant element. FTIR&#13;
analysis identified several functional groups associated with biomolecules from&#13;
Curcuma xanthorrhiza extract.&#13;
Conclusion: The synthesized C-AuNPs demonstrated distinct physical and&#13;
physicochemical characteristics. Among the tested formulations, F1 exhibited the&#13;
most favorable quality profile and stability compared to F2 and F3.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
