<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Dissertations</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/19" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/19</id>
<updated>2026-05-13T18:40:22Z</updated>
<dc:date>2026-05-13T18:40:22Z</dc:date>
<entry>
<title>Model Niat Berkelanjutan untuk menggunakan Sistem Pembayaran Seluler di Indonesia: UTAUT diperluas</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62243" rel="alternate"/>
<author>
<name>Setyanta, Budi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62243</id>
<updated>2026-05-08T06:19:45Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Model Niat Berkelanjutan untuk menggunakan Sistem Pembayaran Seluler di Indonesia: UTAUT diperluas
Setyanta, Budi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat&#13;
penggunaan berkelanjutan sistem pembayaran seluler di Indonesia dengan&#13;
mengadopsi dan memperluas Unified Theory of Acceptance and Use of&#13;
Technology (UTAUT). Penelitian ini menempatkan sikap sebagai variabel mediasi&#13;
dalam hubungan antara konstruk UTAUT dan niat menggunakan sistem&#13;
pembayaran seluler secara berkelanjutan. Data dikumpulkan dari 705 responden&#13;
yang tersebar di seluruh Indonesia melalui kuesioner daring menggunakan Google&#13;
Forms dengan teknik convenience sampling. Metode analisis yang digunakan&#13;
adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS untuk menguji model&#13;
struktural penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan usaha, harapan&#13;
kinerja, dan kondisi memfasilitasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap&#13;
dan niat menggunakan sistem pembayaran seluler secara berkelanjutan. Sebaliknya,&#13;
pengaruh sosial tidak terbukti berpengaruh signifikan baik terhadap sikap maupun&#13;
niat berkelanjutan. Temuan penelitian juga mengindikasikan adanya peran mediasi&#13;
sikap pada hubungan antara harapan usaha dan harapan kinerja terhadap niat&#13;
penggunaan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa&#13;
ketidakpuasan pengguna dan persepsi keamanan tidak berpengaruh signifikan&#13;
terhadap niat penggunaan sistem pembayaran seluler secara berkelanjutan.&#13;
Sebaliknya, inersia merupakan prediktor penting pada niat berkelanjutan.&#13;
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas&#13;
model dengan menambahkan konstruk kepuasan pengguna, kecocokan teknologi&#13;
atau Task–Technology Fit, serta kepercayaan. Integrasi konstruk-konstruk tersebut&#13;
diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai&#13;
faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan berkelanjutan serta dinamika&#13;
adopsi sistem pembayaran seluler di Indonesia.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Peningkatan Sustainability Performance Dimediasi Innovation Performance: Dampak Knowledge Quality, Professional (Studi Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jenang di Kabupaten Kudus dan Demak, Propinsi Jawa Tengah)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62187" rel="alternate"/>
<author>
<name>Supardi</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62187</id>
<updated>2026-05-08T02:04:11Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Peningkatan Sustainability Performance Dimediasi Innovation Performance: Dampak Knowledge Quality, Professional (Studi Pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jenang di Kabupaten Kudus dan Demak, Propinsi Jawa Tengah)
Supardi
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Sustainability Performance dimediasi Innovation&#13;
Performance: dampak Knowledge Quality, Professional Proficiency, dan Experience pada studi terhadap&#13;
pelaku usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jenang di Kabupaten Kudus dan Demak, Provinsi Jawa&#13;
Tengah. Objek dalam penelitian ini adalah Kabupaten Kudus dan Demak, sedangkan subjeknya adalah&#13;
pelaku UMKM jenang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif (positivistic)&#13;
yang dilakukan dengan survey cross-sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden. Teknik&#13;
analisis data menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).&#13;
Desain penelitian Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA).&#13;
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa (1) Knowledge Quality berpengaruh&#13;
signifikan terhadap Innovation Performance; (2) Knowledge Quality tidak berpengaruh signifikan terhadap&#13;
Sustainability Performance; (3) Professional Proficiency tidak berpengaruh signifikan terhadap Innovation&#13;
Performance; (4) Professional Proficiency tidak berpengaruh signifikan terhadap Sustainability&#13;
Performance; (5) Experience berpengaruh signifikan terhadap Innovation Performance; (6) Experience&#13;
tidak berpengaruh signifikan terhadap Sustainability Performance; (7) Innovation Performance&#13;
berpengaruh signifikan terhadap Sustainability Performance; (8) Knowledge Quality terhadap&#13;
Sustainability Performance melalui Innovation Performance berpengaruh signifikan; (9) Professional&#13;
Proficiency terhadap Sustainability Performance melalui Innovation Performance tidak berpengaruh&#13;
signifikan; (10) Experience terhadap Sustainability Performance melalui Innovation Performance&#13;
berpengaruh signifikan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Daya Saing Terhadap Efisiensi dan Implikasinya pada Stabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62098" rel="alternate"/>
<author>
<name>Pamikatsih, Mutia</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62098</id>
<updated>2026-05-06T05:40:36Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Daya Saing Terhadap Efisiensi dan Implikasinya pada Stabilitas Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia
Pamikatsih, Mutia
Penelitian ini menganalisis dinamika daya saing, efisiensi, dan stabilitas&#13;
pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. Tujuan penelitian&#13;
ini adalah menguji validitas model Structure-Conduct-Performance (SCP),&#13;
&#13;
Efficiency-Risk Hypothesis (ERH), serta implikasinya terhadap pemenuhan Hifz al-&#13;
Mal (Pemeliharaan Harta) dalam kerangka Maqasid Syariah. Metode kuantitatif&#13;
&#13;
regresi panel statis, dimoderasi oleh karakteristik BPRS (Kepemilikan, Ukuran, dan&#13;
Lokasi), digunakan untuk menganalisis 154 BPRS dari tahun 2015 hingga 2023.&#13;
Efisiensi diukur menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), daya saing&#13;
dengan Indeks Lerner, dan stabilitas dengan Z-Score.&#13;
Hasil penelitian agregat mengonfirmasi adanya trade-off Efficiency-Risk&#13;
(Efisiensi -&gt; Stabilitas Negatif), menegaskan dominasi ERH. Ini membuktikan&#13;
adanya risk-shifting conduct di mana Itqan (profesionalisme/efisiensi) digunakan&#13;
sebagai modal untuk agresivitas pembiayaan, yang secara mendasar merusak&#13;
prinsip Ikhtiyat (kehati-hatian) dan Wiqayah. Kebaruan utama penelitian ini terletak&#13;
pada penyediaan bukti empiris mengenai dualisme conduct BPRS, secara spesifik&#13;
menunjukkan bagaimana Kepemilikan dan Ukuran bertindak sebagai moderator&#13;
dominan yang menentukan apakah tekanan pasar mengarah pada stabilitas atau&#13;
kerapuhan, yang diinterpretasikan melalui lensa Maqasid Syariah.&#13;
Analisis komparatif mengungkapkan bahwa dampak Indeks Lerner&#13;
dimoderasi secara tajam: Daya saing rendah (economic rents tinggi) memiliki&#13;
pengaruh positif signifikan terhadap Efisiensi (mendukung SCP), terutama pada&#13;
BPRS Swasta, menegaskan bahwa rents esensial untuk mendanai Itqan sebagai&#13;
wujud Fastabiqul Khairat. Yang paling krusial, Daya saing rendah yang sama&#13;
secara kuat meningkatkan Stabilitas pada BPRS Milik Pemerintah dan BPRS Besar&#13;
(mendukung Franchise Value Theory dan Competition-Stability Hypothesis).&#13;
Sebaliknya, daya saing tinggi memiliki efek negatif signifikan terhadap Stabilitas&#13;
BPRS Kecil (mengonfirmasi Competition-Fragility Hypothesis). Penelitian ini&#13;
menyimpulkan bahwa BPRS Swasta didominasi oleh risiko laba (melanggar&#13;
Ikhtiyat), sementara BPRS Pemerintah didominasi oleh disiplin mandat (menjaga&#13;
Hifz al-Mal). Oleh karena itu, regulasi harus bersifat diferensiasi, menuntut&#13;
penegakan disiplin Ikhtiyat yang ketat, terutama melalui upaya konsolidasi yang&#13;
terarah, untuk menjamin operasional BPRS yang adil dan sepenuhnya selaras&#13;
dengan tujuan utama Maqasid Syariah.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Risiko Crash Harga Saham Perusahaan di Indonesia: Peran Kekuasaan CEO dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62083" rel="alternate"/>
<author>
<name>Oktadini, Raja Resna</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62083</id>
<updated>2026-05-06T03:08:53Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Risiko Crash Harga Saham Perusahaan di Indonesia: Peran Kekuasaan CEO dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Oktadini, Raja Resna
Risiko crash harga saham merupakan fenomena jatuhnya harga saham secara&#13;
drastis dan mendadak dalam waktu singkat, yang sering menimbulkan kerugian&#13;
bagi investor dan mengganggu stabilitas pasar modal. Kondisi ini sering kali dipicu&#13;
oleh akumulasi berita buruk yang disembunyikan oleh manajemen perusahaan,&#13;
sehingga ketika berita tersebut terungkap secara bersamaan, harga saham&#13;
mengalami penurunan tajam, yang dikenal sebagai crash harga saham. Penelitian&#13;
ini memelopori investigasi pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan&#13;
sebagai moderator dalam pengaruh kekuasaan CEO, yang mencakup dimensi&#13;
formal (kepemilikan dan struktural) dan dimensi informal (prestise dan keahlian)&#13;
terhadap risiko crash harga saham dalam konteks struktur dewan dua tingkat di&#13;
Indonesia, suatu aspek yang belum dieksplorasi dalam penelitian terdahulu. Metode&#13;
kuantitatif menggunakan 1.628 pengamatan dari perusahaan non-keuangan yang&#13;
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data sekunder bersumber dari laporan tahunan,&#13;
Yahoo Finance, dan basis data Osiris yang mencakup periode tahun 2018-2022.&#13;
Teknik analisis data menggunakan analisis regresi moderasi dengan common effect&#13;
model yang diolah dengan perangkat lunak STATA. Hasil penelitian&#13;
mengungkapkan bahwa dimensi kekuasaan formal CEO secara signifikan&#13;
meningkatkan risiko crash harga saham, sementara dimensi kekuasaan informal&#13;
CEO menunjukkan sebaliknya. Temuan baru yang penting dari penelitian ini adalah&#13;
keberhasilan pengungkapan CSR dalam memoderasi pengaruh kekuasaan formal&#13;
CEO terhadap risiko crash harga saham, kontribusi baru yang belum diidentifikasi&#13;
dalam penelitian terdahulu. Lebih lanjut, hasil uji kekokohan mengonfirmasi bahwa&#13;
temuan utama penelitian ini terbukti kuat dan dapat diandalkan. Selain itu,&#13;
perusahaan high profile menunjukkan tingkat pengungkapan CSR yang lebih tinggi&#13;
dibandingkan perusahaan low profile.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
