<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Dissertations</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/19" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/19</id>
<updated>2026-04-21T15:28:02Z</updated>
<dc:date>2026-04-21T15:28:02Z</dc:date>
<entry>
<title>Ethical Identity Index Based on Maqashid Syariah dan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia Periode Tahun 2020-2023</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61777" rel="alternate"/>
<author>
<name>Oktarina, Amimah</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61777</id>
<updated>2026-04-20T04:39:26Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Ethical Identity Index Based on Maqashid Syariah dan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia Periode Tahun 2020-2023
Oktarina, Amimah
Penelitian ini berangkat dari kemunculan wacana pemikiran etika bisnis&#13;
bahwa para pelaku bisnis sebagian besar tidak lagi mementingkan nilai-nilai&#13;
moralitas. Perbankan syariah sebagai perusahaan yang berbasis nilai dan&#13;
kepercayaan perlu melakukan penilaian atas ethical identity perusahaan dan proses&#13;
branding perusahaan. Penelitian terkait ethical identity perbankan syariah di&#13;
Indonesia sudah banyak namun hanya sebatas melalukan pengukuran terhadap&#13;
ethical identity dengan mengacu pada komponen yang digunakan oleh Haniffa &amp;&#13;
Hudaib. Penelitian ini merupakan lanjutan dengan melakukan modifikasi EII&#13;
dengan menyusun dan menurunkannya dari maqashid syariah, memanfaatkan data&#13;
terbaru, dan menganalisis pengaruhnya terhadap kinerja perbankan syariah di&#13;
Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mixed&#13;
methods yaitu menggunakan indeks EII, menyusun Maqashid Syariah Based EII&#13;
(EIIMS) yang merupakan kebaharuan dari penelitian ini. Setelah penelusuran&#13;
literatur dalam rangka penyelarasan dengan EII maka langkah selanjutnya adalah&#13;
mentransformasikan konsep Maqashid Syariah ke dalam indikator-indikator yang&#13;
terukur pada EII. EII based on Maqashid Syariah merupakan indeks hasil&#13;
modifikasi dari EII. Modifikasi dilakukan kepada dimensi dalam penilaian dan juga&#13;
poin penilaian, namun untuk metode pemberian skor dan penghitungan indeks sama&#13;
dengan EII. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh EIIMS terhadap efisiensi dan&#13;
profitabilitas perbankan syariah dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa penilaian EII diketahui bahwa Bank Muamalat Indonesia secara konsisten&#13;
berada pada peringkat pertama sebagai Bank Umum Syariah (BUS) yang paling&#13;
banyak mengkomunikasikan informasi terkait identitas etika Islam. Hasil&#13;
perumusan EIIMS ditemukan bahwa bahwa jumlah item penilaian pada EII dan&#13;
EIIMS mengalami perubahan. Terdapat pengurangan dan penambahan item pada&#13;
beberapa dimensi penilaian. Peningkatan nilai rata-rata dan penurunan skewness&#13;
dan kurtosis menunjukkan bahwa standar identitas etis semakin diterapkan secara&#13;
lebih merata dan konsisten di seluruh bank syariah. Hasil uji hipotesis pertama&#13;
menunjukan bahwa EIIMS berpengaruh negatif terhadap efisiensi perbankan&#13;
syariah pada Unit Usaha Syariah. Sedangkan hipotesis kedua pada penelitian ini&#13;
menunjukan bahwa EIIMS berpengaruh positif terhadap profitabilitas perbankan&#13;
syariah pada Unit Usaha Syariah. Selain itu, FDR berpengaruh terhadap&#13;
profitabilitas perbankan syariah pada total bank syariah.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Rekonstruksi Penyelesaian Sengketa Fintech Peer to Peer Financing Syariah Melalui Litigasi Elektronik di Pengadilan Agama</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61408" rel="alternate"/>
<author>
<name>Arifin, Arini Indika</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61408</id>
<updated>2026-04-11T07:40:34Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Rekonstruksi Penyelesaian Sengketa Fintech Peer to Peer Financing Syariah Melalui Litigasi Elektronik di Pengadilan Agama
Arifin, Arini Indika
Sejak diakomodirnya pemanfaatan perkembangan teknologi informasi&#13;
untuk meningkatkan layanan di industri keuangan melalui Peraturan Otoritas Jasa&#13;
Keuangan (POJK) Tahun 2016 kajian mengenai penyelesaian sengketa atas&#13;
layanan industri berbasis teknologi informasi secara elektronik telah dilakukan&#13;
namun belum secara khusus meneliti tentang penyelesaian sengketa secara litigasi&#13;
dengan menggunakan sistem elektronik. Berbagai kasus yang terjadi akibat&#13;
adanya transaksi elektronik khususnya fintech peer to peer financing syariah&#13;
diantara permasalahan wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum&#13;
membutuhkan sebuah model penyelesaian sengketa yang lebih efektif dan efisien&#13;
pada jalur litigasi mengingat transaksi fintech adalah transaksi yang dilakukan&#13;
lintas batas daerah maupun negara bersifat global bahkan internasional. Beranjak&#13;
dari permasalahan di atas, Peneliti ingin mengkaji mengapa diperlukan&#13;
rekonstruksi dalam model penyelesaian sengketa fintech peer to peer financing&#13;
syariah secara litigasi, dan bagaimana konsep rekonstruksi penyelesaian sengketa&#13;
fintech peer to peer financing syariah di Pengadilan Agama Dalam rangka&#13;
mengukur efektivitas konsep peradilan elektronik yang dilahirkan Mahkamah&#13;
Agung khususnya Peradilan Agama sebagai upaya menyelesaikan sengketa&#13;
fintech peer to peer financing syariah secara efektif dan efisien. Penelitian ini&#13;
menggunakan Penelitian hukum normatif-empiris dengan menggunakan&#13;
pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual&#13;
(conceptual approach) dan pendekatan sosiologi hukum (socio legal). Hasil&#13;
penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, meskipun sistem litigasi elektronik&#13;
telah berjalan, regulasi yang ada masih terbatas, khususnya dalam konteks&#13;
gugatan sederhana yang belum sepenuhnya mendukung karakteristik sengketa&#13;
fintech. Kedua, sebagai kebaruan dalam disertasi ini, diperlukan penguatan&#13;
konsep e-small claim court atau gugatan sederhana elektronik agar penyelesaian&#13;
sengketa menjadi lebih efisien dan sesuai dengan perkembangan digital. Ketiga,&#13;
penting dilakukan rekonstruksi terhadap model litigasi dengan mencakup tiga hal&#13;
utama: (a) penerapan dari pendaftaran perkara secara elektronik dan penerapan&#13;
perluasan makna domisili Penggugat dan Tergugat yang tidak hanya merujuk&#13;
pada domisili fisik tetapi juga domisili elektronik agar dilakukan dengan&#13;
maksimal (b) adanya regulasi/dasar hukum yang jelas terkait pengakuan&#13;
kehadiran para pihak secara elektronik dan (c) penyesuaian batas nilai kerugian&#13;
materiil gugatan sederhana agar sesuai dengan nilai transaksi pada sektor fintech&#13;
peer to peer financing syariah. Keempat, seluruh konsep rekonstruksi tersebut&#13;
harus dituangkan dalam perubahan peraturan perundang-undangan terkait gugatan&#13;
sederhana agar dapat memberikan solusi hukum yang efektif, efisien, dan adaptif&#13;
terhadap dinamika ekonomi syariah digital.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Psychological Empowerment pada Innovative Work Behavior dengan Mediasi Ganda Psychological Safety dan Informal Knowledge Sharing Serta Moderasi Workplace Friendship</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/60683" rel="alternate"/>
<author>
<name>Rizana, Dani</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/60683</id>
<updated>2026-02-14T03:43:57Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Psychological Empowerment pada Innovative Work Behavior dengan Mediasi Ganda Psychological Safety dan Informal Knowledge Sharing Serta Moderasi Workplace Friendship
Rizana, Dani
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological empowerment terhadap innovative work behavior dengan mempertimbangkan peran psychological safety dan informal knowledge sharing sebagai variabel mediasi serta workplace friendship sebagai variabel moderasi. Metode: Penelitian ini melibatkan 433 karyawan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Grand theory yang digunakan adalah Social Exchange Theory (SET), yang menekankan pentingnya hubungan timbal balik dalam interaksi kerja. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological empowerment berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior, psychological safety, dan informal knowledge sharing. Selanjutnya, psychological safety terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap informal knowledge sharing dan innovative work behavior. Demikian pula, informal knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior. Analisis mediasi mengungkap bahwa psychological safety dan informal knowledge sharing memediasi pengaruh psychological empowerment terhadap innovative work behavior. Pada sisi moderasi, workplace friendship memperkuat pengaruh psychological safety terhadap informal knowledge sharing. Namun, workplace friendship tidak memoderasi hubungan antara psychological safety maupun informal knowledge sharing terhadap innovative work behavior. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam literatur dengan mengintegrasikan psychological empowerment, psychological safety, informal knowledge sharing dan workplace friendship ke dalam satu kerangka model empiris pada konteks UMKM. Studi ini memperluas penerapan Social Exchange Theory (SET) dalam memahami perilaku inovatif karyawan sektor UMKM, yang sebelumnya lebih banyak diteliti pada sektor korporasi besar atau organisasi formal. Keterbatasan: Penelitian ini terbatas pada sampel karyawan UMKM di Jawa Tengah sehingga generalisasi hasil masih perlu diuji pada konteks wilayah, sektor, atau jenis organisasi yang berbeda. Selain itu, desain penelitian yang bersifat cross-sectional belum mampu menangkap dinamika hubungan antarvariabel dalam jangka panjang. Penelitian lanjutan diharapkan dapat menggunakan pendekatan longitudinal maupun memperluas variabel kontekstual lain yang dapat memperkaya pemahaman tentang perilaku kerja inovatif. Implikasi: Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan psikologis karyawan mampu mendorong perilaku kerja inovatif secara langsung maupun melalui penciptaan rasa aman psikologis dan berbagi pengetahuan informal. Kehadiran persahabatan di tempat kerja berperan sebagai faktor kontekstual yang memperkuat transfer pengetahuan, meskipun tidak berimplikasi langsung pada peningkatan perilaku inovatif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan Social Exchange Theory dalam konteks UMKM serta implikasi praktis bagi manajer dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pemberdayaan, rasa aman psikologis, dan budaya berbagi pengetahuan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Dampak Pembiayaan Baznas Microfinance Desa Terhadap Keuntungan dan Aspek Sosial UMKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/60297" rel="alternate"/>
<author>
<name>Agamawan, Zulfikar Adib</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/60297</id>
<updated>2026-02-05T06:31:14Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Dampak Pembiayaan Baznas Microfinance Desa Terhadap Keuntungan dan Aspek Sosial UMKM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Agamawan, Zulfikar Adib
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program zakat produktif&#13;
terhadap aspek keuangan dan aspek sosial penerima program. Aspek keuangan&#13;
yang digunakan adalah keuntungan. Sedangkan aspek sosial yang digunakan adalah&#13;
1) variabel karyawan: jumlah karyawan yang dimiliki, jam kerja karyawan, jam&#13;
kerja pemilik; 2) variabel tingkat pembelian kembali; 3) variabel sedekah: intensitas&#13;
sedekah, sedekah dalam bentuk uang, membantu orang yang tidak dikenal,&#13;
keikutsertaan organisasi, dan jumlah hari yang digunakan untuk aktif berorganisasi.&#13;
Penelitian ini juga menggunakan beberapa kategori data, yaitu data semua&#13;
kelompok usaha, data usaha makanan, data usaha non-makanan, data usaha yang&#13;
dikelola perempuan, data usaha yang memperoleh satu kali pembiayaan, serta data&#13;
usaha yang memperoleh pembiayaan lanjutan. Penelitian ini menggunakan metode&#13;
propensity score matching (PSM) dengan penerima program Baznas Microfinance&#13;
Desa (BMD) Yogyakarta sebagai kelompok perlakuan dan pelaku UMKM yang&#13;
layak menerima program akan tetapi tidak menerima program sebagai kelompok&#13;
kontrol. Penggunaan metode ini merupakan yang pertama untuk mengukur dampak&#13;
program zakat produktif di Indonesia. Hasil evaluasi dampak pada variabel&#13;
keuntungan menunjukkan bahwa program zakat produktif memberikan dampak&#13;
yang positif dan signifikan bagi penerima program kecuali data usaha makanan.&#13;
Hasil evaluasi dampak pada variabel karyawan menunjukkan bahwa program zakat&#13;
produktif tidak memberikan dampak bagi penerima program kecuali data usaha&#13;
yang dikelola perempuan. Hasil evaluasi dampak pada variabel tingkat pembelian&#13;
kembali menunjukkan bahwa program zakat produktif memberikan dampak positif&#13;
dan signifikan bagi penerima program. Sedangkan pada variabel sedekah, hasil&#13;
evaluasi dampak menunjukkan bahwa program zakat produktif memberikan&#13;
dampak yang positif dan signifikan bagi penerima program.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
