<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Economic and Finance</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/12089" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/12089</id>
<updated>2026-05-14T10:53:21Z</updated>
<dc:date>2026-05-14T10:53:21Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Efisiensi Anggaran, Kompetensi Pegawai dan Transparansi Terhadap Akuntabilitas Instansi Pemerintah di Kabupaten Gunungkidul</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62027" rel="alternate"/>
<author>
<name>Parawati, Whita</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62027</id>
<updated>2026-05-05T03:42:01Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Efisiensi Anggaran, Kompetensi Pegawai dan Transparansi Terhadap Akuntabilitas Instansi Pemerintah di Kabupaten Gunungkidul
Parawati, Whita
Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah daerah sebagai salah satu elemen penting&#13;
dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Capaian akuntabilitas&#13;
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Gunungkidul dipengaruhi berbagai&#13;
faktor internal organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang&#13;
diduga berpengaruh terhadap akuntabilitas kinerja OPD yaitu efisiensi anggaran,&#13;
kompetensi pegawai dan transparansi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan&#13;
pendekatan data panel. Sampel penelitian terdiri dari 29 OPD selama periode 2021–&#13;
2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel model Fixed Effect dengan&#13;
robust standard errors untuk mengatasi permasalahan autokorelasi dan&#13;
heteroskedastisitas.&#13;
Hasil uji parsial menunjukkan efisiensi anggaran tidak bepengaruh terhadap&#13;
akuntabilitas, yang mengindikasikan penghematan anggaran belum sejalan dengan&#13;
peningkatan kualitas pertanggungjawaban kinerja. Variabel Kompetensi pegawai&#13;
berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas, sehingga semakin tinggi kompetensi&#13;
pegawai maka semakin baik akuntabilitas kinerja OPD. Variabel Transparansi&#13;
berpengaruh negatif mendekati signifikan yang menunjukkan keterbukaan informasi&#13;
belum mampu memperkuat akuntabilitaas secara langsung. Secara simultan ketiga&#13;
variabel berpengaruh signifikan terhadap akuntabilitas dengan nilai F statistik 6,83&#13;
dan nilai probabilitas 0,0013. Koefisien determinasi (R2 overall) sebesar 0,1003&#13;
menunjukkan bahwa efisiensi, kompetensi, dan transparansi hanya mampu&#13;
menjelaskan 10,03% variasi akuntabilitas, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor&#13;
lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, sistem pengendalian internal, dan&#13;
kualitas perencanaan kinerja.&#13;
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan akuntabilitas kinerja yang&#13;
diukur dari nilai Akip sangat dipengaruhi kompetensi pegawai sebagai faktor&#13;
dominan. Faktor efisiensi anggaran dan transparansi perlu diarahkan pada kualitas&#13;
implementasi yang berdampak langsung pada publik. Implikasi temuan pada&#13;
penelitian ini bagi pemerintah daerah untuk memetakan penempatan pegawai sesuai&#13;
kompetensinya serta memperkuat pengembangan SDM, meningkatkan efektifitas&#13;
penggunaan anggaran yang berorientasi pada hasil serta mengoptimalkan kualitas&#13;
informasi publik dengan mekanisme umpan balik sebagai alat pengandalian&#13;
danbpengawasan kinerja.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Pengunjung Desa Wisata Among Kisma Lumbung Mataraman Bendung Semin Gunungkidul</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62014" rel="alternate"/>
<author>
<name>Trianingsih</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62014</id>
<updated>2026-05-05T02:13:39Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Pengunjung Desa Wisata Among Kisma Lumbung Mataraman Bendung Semin Gunungkidul
Trianingsih
Penelitian ini menganalisis kesediaan membayar (Willingness to Pay / WTP)&#13;
pengunjung Desa Wisata Among Kisma Lumbung Mataraman Bendung Semin,&#13;
Gunungkidul, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Lumbung Mataraman&#13;
merupakan desa wisata berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan ketahanan&#13;
pangan dan pariwisata, sehingga keberlanjutannya memerlukan dukungan finansial&#13;
dari pengunjung.&#13;
Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data primer&#13;
dari 92 responden melalui kuesioner. Analisis dilakukan menggunakan Contingent&#13;
Valuation Method (CVM) dengan teknik bidding game dan regresi logit, serta analisis&#13;
USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas kebijakan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung bersedia&#13;
membayar untuk peningkatan kualitas desa wisata, dengan nilai rata-rata WTP sebesar&#13;
Rp 15.877,00. Variabel usia dan pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap&#13;
WTP, pendapatan berpengaruh negatif signifikan, sedangkan biaya wisata dan&#13;
frekuensi kunjungan tidak berpengaruh signifikan. Analisis USG menunjukkan bahwa&#13;
penerapan tarif dasar kawasan wisata menjadi isu prioritas utama. Temuan ini menjadi&#13;
dasar bagi pengelola dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis&#13;
WTP guna mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Determinan Faktor-faktor yang mempengaruhi Capaian SPM Kesehatan di Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61828" rel="alternate"/>
<author>
<name>Giyanti, Fitri</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61828</id>
<updated>2026-04-22T04:45:53Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Determinan Faktor-faktor yang mempengaruhi Capaian SPM Kesehatan di Wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2024
Giyanti, Fitri
Kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi pemerintah&#13;
daerah melalui pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.&#13;
Kabupaten Gunungkidul sebagai wilayah luas dan berbukit menghadapi tantangan&#13;
pemerataan layanan, keterbatasan SDM, serta sarana dan prasarana kesehatan.&#13;
Untuk mendukung peningkatan capaian SPM, sesuai dengan Permenkes Nomor 3&#13;
Tahun 2023 pemerintah menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik atau&#13;
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang digunakan untuk kegiatan promotif,&#13;
&#13;
preventif, dan operasional puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-&#13;
faktor yang memengaruhi capaian SPM kesehatan di Kabupaten Gunungkidul&#13;
&#13;
periode 2020–2024, mencakup variabel SDM, ketersediaan alat, obat, jumlah&#13;
sasaran, dan anggaran. Selain itu penelitian juga mengkaji efisiensi penggunaan&#13;
DAK Non Fisik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode&#13;
kuantitatif dengan regresi data panel pada 30 puskesmas. Hasil uji Chow, Hausman,&#13;
dan Lagrange Multiplier menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM)&#13;
merupakan model paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara&#13;
simultan seluruh variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian SPM.&#13;
Secara parsial, anggaran dan ketersediaan sarana berpengaruh positif signifikan,&#13;
sementara SDM tidak terbukti berpengaruh signifikan. Evaluasi efisiensi&#13;
menunjukkan sebagian besar puskesmas telah memanfaatkan anggaran secara&#13;
efisien meskipun terdapat variasi capaian antar wilayah. Penelitian menyimpulkan&#13;
bahwa pengelolaan anggaran dan sarana kesehatan berperan penting dalam&#13;
peningkatan capaian SPM, sehingga diperlukan penguatan kapasitas SDM dan&#13;
perencanaan berbasis kebutuhan.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Kemiskinan Multidimensi di Kota Magelang dengan Metode Multidimensional Poverty Index (MPI)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/61810" rel="alternate"/>
<author>
<name>Kurniati, Ari</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/61810</id>
<updated>2026-04-21T07:38:55Z</updated>
<published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Kemiskinan Multidimensi di Kota Magelang dengan Metode Multidimensional Poverty Index (MPI)
Kurniati, Ari
Kondisi kemiskinan di Kota Magelang selama ini diukur menggunakan&#13;
pendekatan monodimensi yaitu berbasis garis kemiskinan keluarga. Dimana&#13;
hasilnya belum mampu menggambarakan deprivasi rumah tangga yang lebih&#13;
komprehensif. Komprehensif yang dimaksud meliputi berbagai segi kehidupan dari&#13;
pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)&#13;
mengetahui kondisi kemiskinan multidimensi di Kota Magelang Tahun 2020-2024&#13;
berdasarkan analisis dengan Metode Multidimensional Poverty Index (2)&#13;
mengetahui indikator yang paling berkontribusi terhadap kemiskinan multidimensi&#13;
di Kota Magelang Tahun 2020-2024 (3) mengetahui perbedaan kemiskinan&#13;
multidimensi di Kota Magelang periode sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.&#13;
Penelitian ini menggunakan data hasil Susenas Kota Magelang pada Tahun 2020-&#13;
2024 dengan pengecualian di Tahun 2021 dimana Covid-19 berlangsung. Untuk&#13;
mengetahui kondisi kemiskinan multidimensional di Kota Magelang perlu&#13;
dilakukan penghitungan MPI menggunakan Metode Alkire-Foster yang terdiri 5&#13;
dimensi dan 11 indikator. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar periode&#13;
menggunakan uji-t two sample independent.&#13;
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai MPI berfluktuasi selama periode&#13;
penelitian, dimana mengalami peningkatan tajam di Tahun 2022 pasca pandemi&#13;
Covid-19 mulai menurun secara bertahap pada tahun 2023 dan 2024. Indikator yang&#13;
berkotribusi tinggi terhadap kemiskinan multidimensional adalah rumah layak huni&#13;
(85,63%), nutrisi balita (55,43%), dan mordibitas (47,45%). Terkait dengan&#13;
perbedaan, berdasarkan hasil uji-t menunjukan adanya perbedaan yang signifikan&#13;
antara sebelum dan sesudah covid-19 yang mengindikasikan bahwa pandemi&#13;
memberikan dampak negatif terhadap peningkatan deprivasi rumah tangga.&#13;
Temuan ini menguatkan teori Alkire-Foster dan pendekatan capability Amartya&#13;
Sen, bahwa kemiskinan bersifat multidimensional dan idpengarugi oleh berbagai&#13;
keterbatasan kemampuan akses rumah tangga terhadap layanan dasar. Penelitian ini&#13;
menyarankan untuk menjadikan pengukuran Multidimensional Poverty Index&#13;
(MPI) sebagai alat pemantauan rutin kesejahteraan rumah tangga. Hal ini penting&#13;
agar kebijakan pengentasan kemiskinan dapat berbasis bukti (evidence-based&#13;
policy) dan bisa fokus dalam menangani pengentasan kemiskinan sesuai dengan&#13;
indikator yang berkontribusi terbesar dalam kemiskinan multidimensional di Kota&#13;
Magelang. Serta perlu adanya pernguatan program perlindungan sosial sebagai&#13;
respon cepat terhadap guncangan eksternal.
</summary>
<dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
