<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Master of Economic and Finance</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/12089" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/12089</id>
<updated>2026-06-24T15:19:49Z</updated>
<dc:date>2026-06-24T15:19:49Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengaruh Variabel Makroekonomi, Komoditas Global, dan Aset Digital terhadap Harga Saham Jakarta Islamic Index (JII)</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63678" rel="alternate"/>
<author>
<name>Alfakhirah, Nadirah Nur</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63678</id>
<updated>2026-06-24T02:44:50Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Variabel Makroekonomi, Komoditas Global, dan Aset Digital terhadap Harga Saham Jakarta Islamic Index (JII)
Alfakhirah, Nadirah Nur
Penelitian ini menganalisis dinamika Jakarta Islamic Index (JII) terhadap variabel&#13;
makroekonomi, komoditas, dan aset digital menggunakan metode Autoregressive&#13;
Distributed Lag (ARDL) periode 2014-2024. Hasil uji simultan menunjukkan seluruh&#13;
variabel berpengaruh signifikan terhadap JII. Secara parsial dalam jangka panjang,&#13;
Nilai Tukar (Kurs), Harga Emas, dan DJIA menjadi determinan negatif utama,&#13;
depresiasi Rupiah dan penguatan pasar global memicu capital outflow dari pasar&#13;
syariah domestik. Sebaliknya, Bitcoin memberikan kontribusi positif signifikan,&#13;
menandakan penerimaan aset digital sebagai instrumen komplementer ekonomi&#13;
digital. Variabel makroekonomi klasik (IPI, Suku Bunga, M2, Inflasi, dan Harga&#13;
Minyak) ditemukan tidak signifikan, mengindikasikan pasar telah melakukan&#13;
mekanisme priced-in. Terkait krisis, Pandemi COVID-19 terbukti tidak berpengaruh&#13;
signifikan dalam jangka panjang, mempertegas resiliensi struktural JII yang didukung&#13;
oleh liquidity-driven recovery. Temuan krusial menunjukkan peningkatan efisiensi&#13;
pasar yang drastis dengan kecepatan penyesuaian (Error Correction Term) menuju&#13;
keseimbangan jangka panjang hanya dalam 2,3 bulan. Hal ini membuktikan pasar&#13;
modal syariah Indonesia telah bertransformasi menjadi ekosistem yang responsif dan&#13;
adaptif terhadap informasi global satu dekade terakhir.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pengaruh Kebijakan Sustainable Livelihood Terhadap Variasi Capaian PDRB Per Kapita di Provinsi Jawa Tengah</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63677" rel="alternate"/>
<author>
<name>Qurniawati, Diajukan oleh Rizqa Dyah</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63677</id>
<updated>2026-06-24T02:17:47Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengaruh Kebijakan Sustainable Livelihood Terhadap Variasi Capaian PDRB Per Kapita di Provinsi Jawa Tengah
Qurniawati, Diajukan oleh Rizqa Dyah
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator penting&#13;
yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi daerah. Variasi capaian PDRB per&#13;
kapita di Provinsi Jawa Tengah dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan&#13;
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui PDRB&#13;
serta mendalami evaluasi kebijakan sustainable livelihood yang diterapkan di Provinsi&#13;
Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menerapkan model regresi&#13;
data panel yang menggabungkan data deret waktu (tahun 2017–2023) dengan data lintas&#13;
wilayah (35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah) menggunakan program Eviews 10.&#13;
Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel UMKM tidak berpengaruh terhadap&#13;
PDRB per kapita. Sedangkan variabel Angkatan Kerja menjadi variabel paling dominan&#13;
dan signifikan terhadap PDRB per kapita. Secara simultan semua variabel independen&#13;
yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap PDRB per kapita.&#13;
Analisis koefisien determinasi dalam penelitian ini dapat menjelaskan PDRB per kapita&#13;
sebesar 99,4% sedangkan 0,6% sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model seperti&#13;
IPM, tingkat kemiskinan, dan kualitas infrastruktur. Pemerintah perlu membangun&#13;
ekosistem pendukung yang lebih lengkap, seperti penyediaan pusat pelatihan keterampilan&#13;
digital, pendampingan dalam pengelolaan toko daring, fasilitasi akses ke marketplace&#13;
nasional maupun internasional, serta perbaikan layanan logistik dan sistem pembayaran&#13;
digital&#13;
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa PDRB per kapita sangat dipengaruhi oleh&#13;
Angkatan Kerja. Implikasi temuan pada penelitian ini bagi pemerintah kabupaten/kota di&#13;
Provinsi Jawa Tengah yaitu pemerintah perlu mengarahkan fokus pada pengembangan UMKM yang benar‐ benar berkualitas melalui program pembinaan UMKM unggulan&#13;
yang menekankan penguatan kemampuan manajerial, kemudahan akses pembiayaan,&#13;
peningkatan standar kualitas produk, serta dukungan perluasan pasar. Dengan cara&#13;
tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga mampu&#13;
memberi kontribusi yang lebih nyata terhadap peningkatan PDRB per kapita.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Determinan Intensi Menunaikan Zis (Zakat, Infak, dan Sedekah) Melalui Layanan Digital Lazismu: Integrasi Teori TPB, Utaut, dan Faktor Kepercayaan</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/63032" rel="alternate"/>
<author>
<name>Huda, Eva Nurul</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/63032</id>
<updated>2026-05-29T03:25:45Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Determinan Intensi Menunaikan Zis (Zakat, Infak, dan Sedekah) Melalui Layanan Digital Lazismu: Integrasi Teori TPB, Utaut, dan Faktor Kepercayaan
Huda, Eva Nurul
Transformasi digital telah merevolusi lanskap filantropi Islam di Indonesia,&#13;
termasuk dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Di tengah fenomena&#13;
ini, LAZISMU menghadapi tantangan dalam mengonversi potensi muzakki&#13;
menjadi pengguna aktif layanan digital. Kesenjangan antara ketersediaan teknologi&#13;
dan adopsi aktual mengindikasikan bahwa faktor-faktor non-teknis memainkan&#13;
peran yang lebih determinan dalam membentuk niat muzakki untuk menunaikan&#13;
ZIS secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang&#13;
memengaruhi intensi muzakki dalam menunaikan ZIS melalui layanan digital&#13;
LAZISMU dengan mengintegrasikan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB),&#13;
Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), dan faktor&#13;
kepercayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain&#13;
survei. Data dikumpulkan dari 253 responden muzakki LAZISMU yang&#13;
menunaikan ZIS melalui layanan digital LAZISMU menggunakan teknik&#13;
Convenience Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur dengan&#13;
skala Likert 5 poin yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan metode Partial&#13;
Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa dari 10 hipotesis yang diuji, 7 hipotesis dinyatakan diterima.&#13;
Kepercayaan terbukti sebagai prediktor terkuat terhadap sikap diikuti oleh&#13;
performance expectancy, subjective norm, dan perceived behavioral control. Sikap&#13;
terbukti menjadi prediktor terkuat terhadap intensi, sementara kepercayaan juga&#13;
berpengaruh langsung terhadap intensi. Pembentukan sikap positif merupakan&#13;
mekanisme psikologis kunci yang tidak dapat diabaikan dalam mengonversi&#13;
persepsi dan keyakinan muzakki menjadi niat perilaku nyata. Kepercayaan&#13;
institusional menjadi fondasi utama yang menopang adopsi teknologi filantropi&#13;
digital, melampaui pentingnya faktor-faktor teknis seperti kemudahan penggunaan&#13;
&#13;
atau ketersediaan infrastruktur. Dalam konteks ibadah maliah yang bersifat value-&#13;
laden, kepercayaan terbukti lebih determinan dibandingkan kecanggihan teknologi.&#13;
&#13;
Temuan bahwa faktor-faktor teknis tidak berpengaruh langsung terhadap intensi&#13;
mengindikasikan terjadinya pergeseran paradigma dari technology-centric menuju&#13;
value-centric dalam adopsi layanan digital zakat. Implikasi praktis bagi manajemen&#13;
LAZISMU adalah bahwa strategi digitalisasi harus memprioritaskan upaya&#13;
sistematis membangun dan mempertahankan kepercayaan melalui transparansi&#13;
real-time, audit eksternal independen, komunikasi dampak program yang terukur,&#13;
dan pemanfaatan struktur sosial persyarikatan Muhammadiyah sebagai opinion&#13;
leaders.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Analisis Pengaruh Keuangan Sosial Islam Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia 2019-2023</title>
<link href="http://hdl.handle.net/123456789/62824" rel="alternate"/>
<author>
<name>Luthfi, Raihanah</name>
</author>
<id>http://hdl.handle.net/123456789/62824</id>
<updated>2026-05-22T07:11:07Z</updated>
<published>2026-01-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Pengaruh Keuangan Sosial Islam Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia 2019-2023
Luthfi, Raihanah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh distribusi Keuangan Sosial&#13;
Islam (ZIS-DSKL) terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan&#13;
mempertimbangkan peran pertumbuhan ekonomi sebagai variabel kontrol dan&#13;
variabel indeks pembangunan manusia sebagai variabel mediasi. Struktur variabel&#13;
kesejahteraan masyarakat Indonesia dibentuk melalui beberapa dimensi yaitu&#13;
kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan. Metode yang digunakan&#13;
adalah Partial Least Square Modeling (PLS-SEM). Data yang digunakan merupakan&#13;
data panel dari 30 provinsi di Indonesia selama periode 2019-2023 dan dianalisa&#13;
menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.1.0.8. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa distribusi dana Keuangan Sosial Islam (KSI) berperngaruh lebih konsisten&#13;
terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui peningkatan kualitas&#13;
pembangunan manusia, terutama pada dimensi pendidikan dan kesehatan.&#13;
Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh yang relatif lemah dan&#13;
tidak signifikan terhadap beberapa dimensi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
</summary>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
